
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID- Kiprah Hj. Fatmawati Kasim Marewa dalam membangun Kabupaten Bombana tidak hanya berhenti pada perannya sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). Sebagai istri Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, Fatmawati kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat dan lingkungan, kali ini lewat dunia pendidikan dan kreativitas anak-anak.

Pada Rabu malam, 21 Mei 2025, Fatmawati hadir sebagai juri kehormatan dalam ajang lomba fashion show tingkat sekolah dasar se-Kabupaten Bombana, yang merupakan rangkaian dari kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kabupaten Bombana.
Lomba ini memiliki konsep unik, yaitu seluruh pakaian harus dibuat dari bahan daur ulang dengan tema etnik nusantara. Puluhan peserta dari berbagai SD tampil di atas panggung mengenakan pakaian hasil kreasi sendiri bersama guru dan orang tua. Tak sedikit yang menyulap kantong plastik menjadi gaun malam, atau menyatukan botol bekas menjadi rok yang menjuntai elegan.

"Anak-anak tidak hanya belajar tampil percaya diri, tapi juga belajar bagaimana memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bernilai. Ini bukan hanya soal estetika, tapi juga edukasi," ujar Fatmawati kepada wartawan.
Fatmawati memang bukan tamu biasa. Di balik balutan busana sederhana beraksen tenun lokal, ia hadir membawa pesan besar, yakni menanamkan kesadaran lingkungan, kreativitas, dan rasa percaya diri pada generasi paling belia. Perempuan berhijab ini nampak anggun duduk di barisan juri kehormatan, berkali-kali terlihat mengangguk puas melihat penampilan para peserta.
Menurutnya, acara ini sejalan dengan misi Dekranasda Bombana yang ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya kreativitas, inovasi, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini. Selain menjadi ajang unjuk kreativitas, lomba ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal konsep reduce, reuse, dan recycle (3R). Lewat proses pembuatan busana, anak-anak diajak untuk lebih kritis terhadap sampah yang mereka hasilkan sehari-hari.
"Ini bukan sekadar lomba busana, tapi cara kita mengajarkan bahwa sampah pun bisa bernilai, jika disentuh dengan imajinasi," ujarnya pelan tapi penuh makna.
Sebagai bentuk dukungan pribadi, Fatmawati memberikan hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang. Uang itu bukan dari anggaran pemerintah, tapi dari kocek pribadinya.
Sebagai informasi, tiga pemenang lomba fashion show ini adalah, Terbaik pertama: Noren Muhrinsani Powatu dari SDN 08 Kasipute Kecamatan Rumbia, Terbaik II: Fatina Morini Poni dari SDN 52 Hukaea Kecamatan Rarowatu Utara, Terbaik III: Shafira Luna Elfan dari SDN 151 Tapuahi Kecamatan Rumbia Tengah. (idh).