Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026
SHNet, JAKARTA – Optimisme tinggi dari para pegolf Junior Thailand benar-benar membuahkan hasil. Tahun lalu negeri Gajah Putih ini hanya bisa menyabet gelar di girls division.Tahun ini pencapaian Thailand terbilang sempurna dengan menyabet gelar di girls dan boys Division. Bahkan di kategori grup pun Thailand menempati posisi pertama.
Duo Thailand menjuarai Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026. Dalam putaran final di Damai Indah Golf, PIK Course, Jakarta, Jumat 12 Juni 2026, Parin Sarasmut memastikan kemenangannya dengan 204 pukulan atau 12-under untuk menjuarai boys division. Adapun Kanyarak Pongpithanon (Thailand) menjadi juara girls division dengan 208 pukulan atau 8-under.
Bagi Parin ini adalah kemenangan keduanya di Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship. Kemenangan pertama diraih pada tahun tahun 2023, sementara tahun lalu dia menjadi runner up.
“Saya sempat mengalami kesulitan di sembilan hole pertama, benar-benar bukan sembilan hole pertama yang saya harapkan. Pukulan kedua saya di hole pertama itu malah masuk ke air, sehingga membuahkan bogey. Tapi saya berusaha untuk kembali fokus dan senang bisa bangkit dan menciptakan birdie di hole 2, lalu mendapatkan sejumlah momentum di sembilan hole terakhir,” kata Parin. Pada putaran final tadi ia mencetak empat birdie dan membuat satu bogey. Skor total yang ia ciptakan kali ini menyamai skor kemenangan yang ia raih ketika pertama kali menjuarai ajang ini.
Setelah menambah panjang daftar kesuksesannya, pegolf berusia 17 tahun ini ingin pulang ke rumahnya di Thailand dan beristirahat sebelum kemudian mengikuti ajang Toyota Junior World Cup, dua pekan mendatang.
Kebahagiaan juga dirasakan oleh Kanyarak Pongpithanon. Keinginannya mengikuti jejak sejumlah pegolf Thailand yang telah memenangkan kejuaraan ini akhirnya tercapai. “Saya merasa luar biasa bangga dan senang, terutama karena tim Thailand bisa memenangkan girls’ dan boys’ overall,” ujar dia.
Selama pertandingan, pegolf berusia 17 tahun ini berusaha untuk menjaga konsentrasi dan emosinya. “Permainan saya hari ini sebenarnya tidak begitu bagus, tapi saya berusaha untuk tetap tenang dan fokus untuk melakukan pukulan demi pukulan,” ungkapnya.
Thailand juga menjadi juara kategori beregu setelah mengumpulkan skor 620, diikuti oleh Korea (630), dan Indonesia (648).
Para juara berfoto bersama usai penyerahan trofi di Damai IndaH Golf PIK Course, Jakarta, 12 Juni 2026. (CGF).Pegolf Indonesia Tetap Torehkan Hasil Positif
Setelah sempat memimpin selama dua hari, pegolf Indonesia Jennifer Quinn Effendi akhirnya menempati peringkat T2 girls division bersama dengan Sarah Simei Li (New Zealand), Yunju An (Korea). Mereka masing-masing mengumpulkan 211 pukulan atau 5-under.
Pada hari terakhir, Quinn mencetak 74 pukulan 2 over, setelah sebelumnya mencetak 66 dan 71 pukulan. Walau belum berhasil menjadi juara, penampilan Quinn sangat mengesankan. Di usia yang masih 13 tahun, dia bisa bersaing dengan para pegolf negara lain yang usianya lebih senior.
“Saya bersyukur bisa main under dan tidak mengira bisa mendapatkan skor total di bawah par dan dua hari berturut-turut bisa main under. Tapi memang ada rasa kecewa karena seharusnya saya bisa bermain lebih bagus lagi pada putaran final ini,” kata Quinn, pegolf asal Jawa Timur.
Penampilannya di Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026 memberikan pelajaran besar untuk karier golfnya. “Harus tetap tenang ketika mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita. Selain itu, saya juga belajar untuk tetap percaya diri untuk bisa terus melangkah ke depan,” ungkap Quinn.
Dia juga dinobatkan sebagai Girls Best Promising Indonesian Player. Sementara Reicher Santoso layak berpredikat Boys Best Promising Indonesian Player. Pada kelompok boys division, pegolf Indonesia Eugene Tanyongjaya menempati peringkat 10 besar dengan skor total 215 atau 1 di bawah par. Ini menjadi partisipasi pertamanya setelah berstatus atlet Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) lantaran absen pada edisi 2025 akibat cedera.
“Ke depannya saya akan berusaha main tanpa beban dan tidak berpikir terlalu banyak. Terkadang ketika menghadapi putt birdie, mungkin karena merasa sedikit gugup jadinya saya terlalu banyak berpikir. Hal itu merupakan aspek yang mesti saya perbaiki. Tapi secara keseluruhan saya masih bisa bermain dengan baik,” jelas Eugene, yang pada pertengahan Juli nanti akan mengikuti Singapore Amateur Open.
Pegolf Jepang Hosono Yamato menjadi juara boys development. Dia mengumpulkan 220 pukulan atau 4 over. Disusul oleh Isaac Timso (Hongkong) dengan selisih tiga poin. Adapun pegolf Jepang lainnya, Keito Sakashita, menempati peringkat ketiga dengan 229 pukulan atau 13 over.
Gelar juara girls development juga menjadi milik Jepang setelah Sumire Andou bermain dengan skor total 221 pukulan atau 5 over. Adapun kedua dan ketiga, masing-masing, ditempati Alletta Kahfi (Indonesia) dengan 223 pukulan atau 7 over dan Yuna Sasaki (Jepang), yang bermain dengan 224 pukulan atau 8 over. (Non)
Hasil Final
Boys Division
1-Parin Sarasmut (Thailand) 68 65 71 204(-12)
T2-Shinichi Suzuki (Filipina) 71 69 67 207(-9)
Daichi Hayashi (Jepang) 73 67 67 207(-9)
Jaehyun Park (Korea) 77 67 68 207(-9)
5-Nate Johnson (Australia) 6971 68 208(-8)
6-Noah Lundskaer (Denmark) 68 73 68 209(-7)
7-Warut Boonrod (Thailand) 66 72 72 210(-6)
8-Christian Hansen (Denmark) 70 73 69 212(-4)
9-Sang Hyunjun (Korea) 71 73 70 214(-2)
10-Eugene Tanyongjaya (Indonesia) 71 71 73 215(-1)
Girls Division
1-Kanyarak Pongpithanon (Thailand) 67 7170 208(-8)
T2-Sarah Sime Li (New Zealand 73 68 70 211(-5)
Yunju An (Korea) 72 68 71 211(-5)
Jennifer Quinn Effendi (Indonesia) 66 71 74 211(-5)
T5-Yuhyun Jeon (Korea) 72 69 71 212(-4)
Marisa Tojai (Thailand) 69 70 73 212(-4)
7-Yan Xi Lee (Chinese Taipei) 74 75 69 218(+2)
8-Ojaswini Saraswat (India) 74 73 72 219(+3)
9-Kaitlyn Van De Vyver (Afrika Selatan) 75 75 72 222(+6)
Passion Hsu (Singapura) 74 75 73 222(+6)


















































