Kunjungi Wonderlab, Menteri Ekraf Dorong IP Lokal Jadi Destinasi Bernilai Ekonomi

4 hours ago 4

SHNet, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa masa depan ekonomi kreatif tidak hanya dibangun melalui talenta dan konten digital, tetapi juga melalui penciptaan ruang-ruang pengalaman yang inovatif dan bernilai ekonomi. Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi Wonderlab di Senayan City, Jakarta, Senin (8/6), pada hari keempat masa soft opening.

“Saya sangat mengapresiasi inovasi dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan ruang ini. Ketika industri kreatif lokal mampu menerjemahkan kreativitas menjadi ruang fisik imersif seperti ini, kita tidak hanya menciptakan nilai ekonomi baru, tetapi juga membangun tempat di mana generasi masa depan kita bisa tumbuh tangguh dan adaptif,” ujar Teuku Riefky.

Teuku Riefky menambahkan, kehadiran Wonderlab menunjukkan bagaimana kreativitas dapat dikembangkan menjadi produk berbasis pengalaman yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial. Model bisnis semacam ini dinilai menjadi salah satu arah pengembangan ekonomi kreatif Indonesia ke depan.

“Ekonomi kreatif yang kami dorong sebagai the new engine of growth bertumpu pada lahirnya inovasi yang dekat dengan masyarakat. Wonderlab menjadi contoh bagaimana kreativitas dapat diterjemahkan menjadi pengalaman imersif yang bernilai ekonomi,” terangnya.

Lanjut Teuku Riefky, Kementerian Ekraf terus melakukan. penguatan infrastruktur dan ruang kreatif untuk mendorong terciptanya nilai tambah bagi perekonomian nasional. Kunjungan Kementerian Ekraf pada masa soft opening Wonderlab yang berlangsung pada 5–8 Juni 2026 menjelang grand opening resmi pada 15 Juni 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis inovasi dan pengalaman.

(Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf)

Wonderlab merupakan destinasi edukasi fisik dan bermain imersif pertama di Indonesia yang menghadirkan pendekatan baru dalam mendukung tumbuh kembang anak dan praremaja secara menyeluruh. Berdiri di area seluas 1.405 meter persegi, destinasi yang dikembangkan PT Wonder World Entertainment ini mengintegrasikan teknologi mekatronik dan desain multisensori untuk mendorong aktivitas fisik, ketangguhan mental, serta kemampuan kognitif generasi muda.

Berbagai fasilitas dihadirkan, mulai dari zona petualangan imersif, Wonder Class multidisiplin untuk anak usia 1–8 tahun, hingga kolam bola interaktif berisi 320.000 bola yang menjadi salah satu yang terbesar di Jakarta. Mengusung filosofi mens sana in corpore sano, Wonderlab memadukan teknologi projection mapping dan aktivitas gerak untuk membangun kepercayaan diri serta kemampuan anak menghadapi tantangan melalui pengalaman bermain.

“Hari ini, terlalu banyak fokus diberikan pada perkembangan akademik, sementara perkembangan fisik yang membentuk karakter anak justru sering diabaikan. Wonderlab hadir untuk mengembalikan keseimbangan itu sebuah ruang di mana anak dan pra remaja bisa bergerak, berpikir, mencoba, bahkan gagal lalu mencoba lagi, dan tumbuh menjadi pribadi yang berani, tangguh, adaptif, dengan rasa ingin tahu yang tinggi,” ujar Belinda Luis.

Dalam acara tersebut, Menteri Ekaf didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis & Antar Lembaga, Rian Syaf; Kepala Biro Komunikasi, Kiagoos Irvan Faisal; Direktur Periklanan, Andy Ruswar; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Gemintang K Mallarangeng. (Stevani Elisabeth)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan