Beri Reward bagi Masyarakat Pengelola Sampah

3 months ago 66
Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu (kedua dari kanan) saat meluncurkan pengoperasian mesin pencacah TPS dan penanganan sampah secara lokal di Pasar Wameo, kemarin.

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Inisiatif masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah berbasis kelurahan, sudah sepatutnya mendapat apresiasi dari pemerintah. Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc., ketika meluncurkan pengoperasian mesin pencacah TPS dan penanganan sampah secara lokal di Pasar Wameo, Rabu (21/5). Ia meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Halfia Hamiru, untuk memberikan penghargaan kepada lurah dan masyarakat sebagai pengelola sampah terbaik di tingkat wilayah tersebut.

"Contohnya di Kelurahan Bone-Bone yang sudah baik dalam mengelola sampah. Ke depan, tolong juga di kelurahan lain. Selesaikan sendiri semaksimalnya di lingkungan masing-masing. Mungkin berbasis RT atau nanti kelurahan. Mereka sudah membantu kita, membantu DLH, membantu wali kota dalam memikirkan sampah. Masyarakat yang secara mandiri mengelola dan mengatur sampahnya, harus kita beri apresiasi. Beri reward," gagas Hamsinah Bolu, Rabu (21/5).

Ia optimis, jika setiap lingkungan diberi insentif karena sudah berjasa membantu Pemkot Baubau mengelola sampah, maka yang lain pun akan termotivasi. "Kalau di kota-kota besar, pengelolaan sampah itu sudah mulai dari rumah, kemudian RT, kelurahan, kecamatan, kebupaten, provinsi, kemudian berakhir di TPA-nya. Pemkot Baubau pun harus membangun sistem itu. Dengan hadirnya mesin pencacah ini, menjadi langkah yang harus diberi apresiasi kepada Kepala DLH yang berupaya menyelesaikan persoalan sampah secara bertahap," sambung Baubau-2 tersebut.

Ia menegaskan, Pemkot Baubau akan mendukung pihak DLH dalam pengelolaan sampah di tingkat kelurahan sebagai upaya mengurangi penumpukan. Pengelola Pasar Wameo pun diharapkan juga dapat menyelesaikan sendiri urusan sampahnya, agar tidak membebani lagi pada tingkat selanjutnya.

"Persoalan sampah menjadi perhatian serius Pemkot Baubau sebelum meledak menjadi bom masalah. Oleh sebab itu, harus mulai sekarang diatasi dengan serius. Sebab masalah sampah ini tak dapat diselesaikan dengan satu langkah dengan tempat pembuangan akhir (TPA). Tempat apapun akan menjadi penuh jika sampah hanya dikumpulkan saja lalu langsung dibawa ke TPA. Sehingga memang harus dikelola dengan baik, bahkan dimulai dari rumah," pungkas Hamsinah Bolu. (cok)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan