SHNet, Jakarta-Sejumlah dosen Institut Media Digitak Emtek (IMDE) melakukan pengabdian masyarakat di Taman Bacaan Bukit Duri Bercerita di kawasan Bukit Duri Tanjakan, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (08/07/2025). Kegiatan yang merupakan implentasi Tri Dharma Perguruan Tinggi ini memfokuskan pada penggunaan maksimal dan positif smartphone atau telepon pintar (HP) yang umumnya dimiliki anak-anak dan remaja.
Sekitar 40 anak dan remaja TBMBukit Duri Bercerita yang membawa HP, sangat antusias mendengarkan materi pembelajaran fotografi dan membuat konten positif yang disampaikan dosen IMDE Erwin Mulyadi dan Teguh Setiawan, dan diikuti para dosen lainnya. Dalam pemaparan ringkas, disinggung pula bagaimana sebaiknya melihat atau menonton tayangan di Youtube dan melihat konten di media sosial agar tidak terpapar berbagai konten negatif.
Setelah sesi penyampaian materi yang ringan dan praktis, maka praktik langsung di lokasi, memotret apa yang menjadi perhatian anak dan remaja, termasuk para dosen IMDE dijadikan obyek pengambilan foto.
Usai praktik pengambilan foto, baik Teguh Setiawan maupun Erwin Mulyadi memberikan masukan dan juga penilaian serta saran untuk lebih bagus lagi mengambil obyek pemotretan. Disarankan juga bagaimana mengambil sudut pandang atau angle foto agar hasilnya jauh lebih baik. Hasil foto itu bisa langsung di-upload di media sosial anak-anak dan remaja seperti Tiktok dan Instagram (IG).
Meski materi pokok disampaikan Teguh Setiawan dan Erwin Mulyadi, tapi semua dosen yang ikut pengabdian yakni Safrudiningsih, Suradi, Ratih Damayanti, Dian Hadis, Ressa Rizky Mutiara, Ichicho Sembiring, Adrian Ingratubun, Suyadi, Adlino Dananjaya, dan Hanindito Rahmanda, ikut ambil bagian memberikan materi di bawah kordinasi MC, Ressa Rizky Mutiara.

Pentingnya Pembekalan Literasi Digital
Kaprodi Konten Kreatif IMDE, Erwin Mulyadi yang punya pengalaman lama sebagai dosen bidang fotografi, mengatakan, semakin maraknya penggunaan smartphone di kalangan anak dan remaja, membuat pembekalan akan literasi digital pada generasi muda makin diperlukan. Hal ini diharapkan dapat memberikan pondasi yang kuat untuk mencegah penyalahgunaan penggunaan smartphone untuk hal-hal yang negatif. Untuk itu, LPPM IMDE menggelar pengabdian pada masyarakat kepada anak-anak taman bacaan Bukitduri dengan materi literasi digital Bijak memakai smartphone untuk berkreasi.
“Dalam acara ini, saya memberikan penjelasan ke anak-anak dan remaja serta penjelasan memakai smartphone dengan bijak untuk membuat konten, khususnya foto dan video. Pengenalan mengenai fitur kamera dan teknik dasar pemakaiannya diberikan oleh dosen praktisi dari IMDE dengan metode yang menyenangkan sehingga anak-anak menjadi antusias dalam menyimak materi maupun praktiknya,” papar Erwin
Begitu juga Teguh Setiawan, dosen dan Kaprodi Produksi Media IMDE ini punya pengalaman panjang sebagai kameramen televisi, punya cara dan saran yang sangat praktis buat anak-anak dan remaja untuk memanfaatkan HP yang dimiliki, baik untuk mengambil gambar maupun membuat konten positif untuk media sosial.
Menurut Teguh, Literasi media saat ini tidak hanya berarti bisa memahami isi media, tetapi juga mampu membuat konten secara bijak dan bertanggung jawab. Smartphone yang mudah digunakan kini dapat dimanfaatkan untuk membuat foto, video, dan berbagai karya kreatif lainnya. “Karena itu, penting bagi setiap orang, terutama generasi muda, untuk belajar menggunakan smartphone dengan benar sekaligus memahami isi dan dampak dari konten yang mereka buat dan sebarkan,” katanya.

Aktivitas Menyenangkan
Wakil Rektor Bidang Akademik IMDE yang juga dosen bidang bisnis digital, Ratih Damayanti menilai, berbagi ilmu yang kami miliki adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Bersama adik-adik dari TBM Bukit Duri Bercerita. Kami tidak hanya berbagi keceriaan dengan bernyanyi dan bermain tetapi juga berbagi materi yang dekat dan akrab dengan keseharian mereka yang tekini.
Kali ini kami memberi materi tentang bagaimana mengambil gambar dengan menggunakan HP yang mereka miliki danmenguploadnya ke media sosial. Kami juga memberikan berbagai hal inspiratif tentang keuntungan mereka apabila bisa mengambil objek gambar dengan baik dengan contoh keseharian mereka.
“Sebagai dosen IMDE pengabdian masyarakat menjadi satu hal yang essensial selain dua Tri Dharma lainnya yakni pengajaran dan riset. Semangat kami adalah berbagi dan memberi manfaat sesuai dengan keahlian dan bidang ilmu kami masing-masing sehingga IMDE semakin luas memberikan kontribusinya agar lebih berdampak bagi masyarakat,”kata Ratih Damayanti
Dosen lain yang ikut memberikan pengabdian masyarakat adalah Adrian Ingratubun yang juga Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IMDE. Dia mengatakan, rumah baca atau sering disebut juga Taman Bacaan Masyarakat (TBM), adalah tempat yang menyediakan fasilitas dan layanan untuk membaca, belajar, dan meningkatkan minat baca masyarakat terutama kepada anak-anak di lingkungan sekitar.
Rumah baca ini lanjut Adrian, juga berfungsi sebagai pusat informasi dan kegiatan literasi, menyediakan berbagai jenis buku dan media bacaan lainnya, serta ruang untuk diskusi dan kegiatan belajar lainnya serta digunakan sebagai tempat pembinaan karakter dan mental peserta sehingga terbentuk generasi yang cinta membaca dan memiliki kepedulian meningkatkan kecerdasan secara pribadi maupun kejiwaan.
“Jadi sesungguhnya rumah baca ini dijadikan sebagai ajang promosi budaya untuk mewujudkan literasi kepada anaka-anak sehingga akan tumbuh sikap yang positif serta dijauhkan dari segala kegiatan-kegiatan yang dapat merugikan sikap dan mental anak-anak. Akan tetapi melalui ruang-ruang yang terbangun secara positif sudah tentunya memberikan dampak bagi pengembangan kepribadian anak-anak yang terhimpun dalam sebuah komunitas yang terarah dan terukur,” papar Adrian.
Rumah baca ini juga terpanggil, dan sebagai garda terdepan untuk memberikan pendampingan kepada setiap komunitas (anak-anak) dimana mereka merasakan sebuah perhatian dan penghargaan, ketimbang aktivitas yang mereka lakukan diluar dari pengawasan yang mungkin saja dapat membawa mereka kepada hancurnya masa depan mereka sendiri.
Sementara dosen Bidang Seni, Suyadi yang selalu memberikan ice breaking menyenangkan, punya kesan tersendiri mengikuti pengabdian masyarakat di TBM ini. Katanya, acara yang sangat menarik mengisi liburan anak-anak dengan literasi digital membantu anak-anak membuat konten bergembira bernyanyi dan bermain.
Ternyata kata Suyadi, bermain diselingi dengan belajar anak-anak mampu lama-lama bersama dengan para pembimbing para pengajar mau mendengarkan arahan mampu menyerap ilmu yang telah disampaikan, setelah ilmu mereka terima anak-anak langsung di berikan praktek langsung dalam hal ini fotografi anak-anak sangat antusias mencari objek untuk mereka abadikan ada beberapa anak yang memperoleh reward juga dari foto-foto yang mereka ambil pada saat belajar dan praktek sangat luar biasa antusias anak-anak membuat para pengajar pengabdi tak lelah membantu mereka senang dan bahagia. Terima kasih TBM Bukit Duri Bercerita.

Antusiasme Peserta
Dian Hadis, dosen yang kemudian menjadi model bagi pemotretan dalam praktik ini menilai, anak anak danremaja antusias sekali dengan topik ini, apalagi saat ada sesi praktek foto menggunakan HP di mana obyek fotonya adalah para dosen IMDE. Dan hasil foto mereka diapresiasi dengan memilih mana yang terbaik.
“Pengabdian masyarakat kali ini berbeda dengan biasanya … Anak-anak usia SD -SMP responnya sangat antusias dan banyak bertanya tentang penggunaan foto HP. Selain diberi teori bagaimana memotret dgn HP, mereka pun diberi kesempatan untuk jadi model/ obyek foto. Dengan adanya praktek foto, diharapkan mereka bisa lebih bijak n jeli dan dalam mengupload foto/feed di media sosia khususnya instagram,” tutur Dian
Dosen Ressa Rizky Mutiara yang dari awal hingga akhir pengabdian masyarakat menjadi MC, mengungkapkan singkat, anak-anak selalu membuatnya terenyuh. “Lewat kegiatan seperti tadi, saya berharap mereka bisa melihat bahwa teknologi termasuk smartphone, bisa menjadi alat untuk menyalurkan imajinasi dan kreativitas, bukan sekadar hiburan semata,” katanya
Awal kegiatan pengabdian masyarakat di TBM Bukit Duri Bercerita diawali dengan bernyanyi bersama jingle lagu TBM Bukit Duri Bercerita yang diciptakan oleh Ichicho Sembiring yang juga dosen IMDE. Ichico bersama pendiri TBM Bukit Duri Bercerita, Safrudiningsih memimpin menyanyikan jingle yang sangatgembira.
Ichico mengatakan, acara pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen dosen di Taman Bacaan Bukit Duri ini benar- benar patut diapresiasi. Terlihat jelas bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar memberi materi, tapi juga menghadirkan suasana penuh kehangatan, kedekatan, dan interaksi yang menyentuh langsung kepada anak-anak dan warga sekitar.

“Menurut saya beberapa poin positif dari kegiatan ini: Kami sebagai dosen sangat antusias dan hadir sepenuh hati. Anak-anak pun terlihat aktif, semangat, dan menikmati setiap sesi yang diberikan, mulai dari literasi digital hingga sesi bermain dan berdiskusi,” ujarnya.
Dia berharap, Semoga kegiatan ini akan terus berlanjut dan terus ada, karena wadah seperti ini juga bisa membuat dirinya sebagai dosen bisa semakin improve dalam membuat metode pembelajaran baru tidak hanya untuk mahasiswa tetapi juga untuk anak-anak.
Sedangkan Safrudiningsih yang merupakan Sekretaris LPPM IMDE dan pegiat literasi menyatakan, kolaborasi merupakan suatu keniscayaan, karena itu kerja sama yang sinergis antara kampus dan TBM sangat diperlukan untuk meningkatkan SDM Indonesia.
“Dengan skala kecil di TBM ini, kita sudha melakukan hal baik yang berdampak jangka panjang. Dalam konteks tema, penting sekali memberi pemahaman terhadap penggunaan gawai yang lebih positif,” katanya.