Kementerian Ekraf Siap Kolaborasi dengan PSBI untuk Hidupkan Ekonomi Kreatif dari Samosir

1 month ago 44

SHNet, Jakarta– Pemerintah menegaskan peran budaya sebagai penggerak ekonomi kreatif dalam Rapat Kerja Nasional sekaligus Syukuran Hari Ulang Tahun Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) yang ke-18. Acara ini dihadiri tiga menteri: Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY); Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya; serta Menteri Kebudayaan, Fadli Zon; dan 700 anggota PSBI.

Dalam sambutannya, Menko AHY mengucapkan selamat kepada PSBI yang telah merayakan ulang tahun. Menko AHY mengharapkan peran PSBI untuk memadukan budaya dengan ekonomi kreatif agar bisa mendorong sebuah kemajuan bangsa.

“Mudah-mudahan kehadiran Menteri Ekraf bisa menambah semangat bagi masyarakat Samosir supaya bisa diberdayakan aspek kreatifnya dengan keunggulan dan keunikan yang bisa dimunculkan bahkan dihadirkan untuk masyarakat luas, termasuk bagi masyarakat Internasional. Apalagi PSBI sudah punya DNA untuk membangun silaturahmi sekaligus sinergi dan kolaborasi dengan berbagai kementerian,” ujar Menko AHY, dalam acara yang berlangsung di The Ballroom Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Senin (7/07/2025)

Menteri Ekraf menambahkan pentingnya ekonomi kreatif dan kebudayaan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dari berbagai daerah, terutama Kabupaten Samosir. Menteri Ekraf menilai PSBI sudah mendorong berkembangnya kebudayaan dan ekonomi kreatif, terutama budaya Batak dari Samosir.

“Hal ini sejalan dengan Presiden Prabowo yang ingin sekali industri kreatif terus berkembang di Indonesia. Di mana budaya itu kental, di situlah potensi industri kreatif bisa makin dikenal,” ujar Menteri Ekraf.

Nilai-nilai budaya di Indonesia tentu selaras dengan agenda pembangunan nasional. Pembangunan bukan hanya milik elite atau pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah dan masyarakat dari semua latar belakang, lintas identitas, lintas generasi, dan lintas profesi sehingga membuka ruang partisipasi.

(Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf)

Menteri Ekraf menegaskan siap berkolaborasi dengan PSBI lewat sentuhan teknologi, inovasi, dan digitalisasi. Menurut Menteri Ekraf, dengan kekayaan intelektual yang berbasis budaya, Kementerian Ekraf punya harapan bagaimana budaya-budaya nusantara termasuk budaya Batak bisa menjadi diplomasi Indonesia secara global.

“Kita bisa mulai maksimalkan melalui rantai nilai dari industri kreatif seperti tahapan kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, hingga konservasi. Misal tahapan kreasi awal berarti kita butuh talenta yang perlu upgrade skill, tahap distribusi secara online atau offline, dan pemasaran karya kreatif bisa masuk ke pasar nasional hingga global,” ujar Menteri Ekraf.

Presiden Prabowo melihat potensi industri kreatif yang luar biasa sehingga kebudayaan dan ekonomi kreatif harus beriringan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat perekonomian rakyat.

“Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin masyarakatnya untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Dengan hadirnya Kementerian Kebudayaan akan menjadi bagian dari mitra bersama untuk memajukan kebudayaan sebagai _soft power_. Mudah-mudahan kita selalu berkomitmen untuk memajukan kebudayaan kita karena bangsa yang beradab adalah bangsa yang menghargai budayanya sendiri,” ucap Menteri Kebudayaan.

PSBI merupakan organisasi kekerabatan masyarakat Batak Simbolon yang beranggotakan ribuan keluarga dan aktif mempromosikan budaya Batak sejak 2006.

Sementara itu, organisasi kekerabatan seperti PSBI juga siap menjadi mitra strategis Pemerintah dalam menjunjung tinggi akar budaya lokal dan mengemasnya dalam bentuk kegiatan yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ini adalah perhelatan tahunan yang kami laksanakan secara rutin dan periodik. PSBI adalah organisasi kemasyarakatan yang berbasis kekerabatan dari berbagai lintas agama. Sejak era Presiden SBY, kami sering mengemas acara Pesta Bolon Simbolon di Samosir sebagai rangkaian pagelaran seni, musik, kongres, dan pesta olahraga,” ungkap Ketua Umum PSBI Effendi Simbolon.

Menteri Ekraf turut didampingi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; Direktur Kuliner, Andy Ruswar; serta Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Radi Manggala. Hadir pula Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu. (Stevani Elisabeth)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan