Kolaborasi IMDE dan Frans Seda Foundation Hadirkan Webinar “Micro-Storytelling 101” untuk Generasi Kreatif Era Film Vertikal

4 hours ago 1

SHNet, Jakarta-Dalam rangka membekali para generasi muda, khususnya di ajang Lomba Ide Cerita Film Vertikal IMDE, sesi webinar bertajuk “Micro-Storytelling 101: Trik Membangun Ide Naskah Film Vertikal yang Engage” telah sukses diselenggarakan pada Juamt (12/06/2026). Diskusi yangmenghadirkan Narasumber: Gadis Hilmi Nabilah Rose, S.I.Kom., M.Sos (Jurnalis CNN & Dosen IMDE) dengan moderator Annisa Rosa Umary (mahasiswa IMDE) ini dilandasi oleh tingginya data durasi penggunaan interaksi ponsel di Indonesia, di mana lonjakan trafik seluler dan kunjungan media sosial kini didominasi secara mutlak oleh orientasi layar vertikal.

Berangkat dari fenomena tersebut, sesi ini membedah akar historis video vertikal yang sejatinya bukanlah entitas baru, melainkan variasi modern dari seni portraiture (fotografi potret) serta menelusuri linimasa evolusinya. Transformasi dari ruang visual horizontal menuju vertikal kini telah bergeser dari sekadar fitur alternatif menjadi sebuah standar baku dalam industri penceritaan digital.

Sebagai formulasi praktis dalam mengeksekusi karya, pemaparan difokuskan pada empat anatomi fundamental produksi film vertikal. Strategi tersebut mencakup pemahaman Micro-Scripting dan perumusan the hook untuk mengunci atensi audiens dalam hitungan detik pertama, serta penerapan skala sinematik melalui dominasi ukuran shot dekat yang intim. Lebih lanjut, dibahas pula urgensi centered composition (komposisi terpusat) dalam menyiasati pemetaan ruang vertikal, hingga implementasi psikologi warna sebagai palet emosi yang memperkuat kedalaman narasi tanpa dialog panjang. Melalui kerangka analitis dan praktis ini, para peserta diharapkan mampu meretas siklus konsumsi pasif (scrolling) audiens dan menghadirkan karya micro-drama yang berdaya pikat tinggi.

Stefanus Ginting, Managing Director Frans Seda Foundation Memberikan sambutan

Era Baru

Sementara Adlino Dananjaya, M.Sn (wakil Ketua pelaksana sekaligus Kaprodi Produksi Entertaimen) mengatakan, kita memasuki era baru dalam dunia perfilman. Jika selama ini film identik dengan format horizontal, kini kita mengajak generasi muda untuk bereksperimen dan berkarya melalui format vertikal yang lebih dekat dengan kebiasaan mereka dalam menggunakan media digital.

“Lomba Film Vertikal ini kami hadirkan untuk mendorong kreativitas generasi muda, khususnya siswa SMA, SMK, dan sederajat. Kami ingin menunjukkan bahwa karya yang kuat dan bermakna dapat lahir hanya dengan memanfaatkan smartphone yang dimiliki.”

Dikatakan, program ini tidak hanya berupa kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran. Peserta akan mengikuti proses pengembangan ide, pitching, mentoring bersama para praktisi profesional, hingga mendapatkan dukungan untuk memproduksi karya mereka.

Sedangan Stefanus Ginting (Managing Director Frans Seda Foundation) mengatakan, kami dari Frans Seda foundation sebuah perkumpulan yang mengutamakan kesetaraan menyambut baik ajakan untuk bekerja sama dari IMDE yang kami lihat konsep-konsepnya luar biasa mendekatkan kaum muda langsung kepada kegiatan produktif.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena mampu mendekatkan kaum muda kepada kegiatan-kegiatan yang produktif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.”

“Melalui program ini, peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar memahami proses kreatif secara nyata, mulai dari pengembangan ide hingga produksi karya.”

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan sutradara, produser, dan kreator-kreator muda yang kelak mampu menghasilkan karya berkualitas dan dinikmati oleh masyarakat luas,” katanya.

Pada ksempatan ini Teguh Setiawan, S.Pd., M.I.Kom (Kaprodi Produksi Media) mengatakan,  webinar ini terselenggara atas kerja sama IMDE, Frans Seda Foundation, dan Vidio.com. Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal pemahaman kepada peserta mengenai proses pengembangan ide cerita sebagai langkah awal dalam mengikuti Lomba Ide Cerita Naskah Film Vertikal.

“Melalui webinar ini, kami ingin memberikan wawasan dan pemahaman kepada para peserta tentang bagaimana membangun ide cerita yang kuat, relevan, dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi naskah film vertikal. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu peserta mempersiapkan karya terbaiknya dalam kompetisi yang mengangkat tema ‘Berbeda Bersama, Ruang untuk Semua,” ujar Teguh Setiawan. (sur)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan