PEMANFAATAN LAHAN TIDUR : Wali Kota Kendari Siska Karina Imran bersama Kadis Pertanian Kota Kendari, Makmur dan kepala OPD lainnya saat melakukan penanaman sayur baru-baru ini.
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Lahan pertanian di Kota Kendari memang terbatas. Namun keterbatasan itu tak menjadi alasan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengabaikan sektor pertanian. Justru keterbatasan itu memotivasi pemerintah terus berinovasi meningkatkan produksi pertanian demi menjaga ketahanan pangan.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengataka urban farming tak membutuhkan lahan yang luas. Dengan memanfaatkan lahan tidur atau pekarangan, warga metro bisa menanam beragam komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, hingga berbagai jenis sayuran lainnya.
"Jika gerakkan menanam ini dimasifkan, kita bisa menjawab ketahanan pangan. Di sisi lain, bisa memberi nilai ekomomi bagi warga. Langkah ini sejalan dengan upaya pengendalian inflasi. Dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS), produk pertanian kerap menjadi pemicu inflasi di Kota Kendari," jelasnya kemarin.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Makmur menyatakan komitmen pemerintah untuk terus berupaya memperkuat ketahanan pangan dan menekan laju inflasi melalui sektor pertanian. Berbagai program telah diluncurkan untuk meningkatkan produksi pertanian.
"Kami mengoptimalkan upaya itu, kami akan menggelar temu wicara pertanian yang inovatif. Kami akan mempertemukan berbagai elemen penting dalam ekosistem pertanian. Acara ini dijadwalkan 3 Desember mendatang, " ujar Makmur.
Temu wicara pertanian kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari ini, menjadi wadah strategis untuk mempertemukan petani lokal, penyuluh pertanian, pelaku UMKM di bidang pangan, serta masyarakat umum yang peduli dengan isu ketahanan pangan. Tujuannya, menciptakan forum interaktif yang memungkinkan pertukaran informasi, inovasi dan strategi dalam meningkatkan produktivitas serta efisiensi rantai pasok pangan.

















































