Vietnam mencatat banjir yang tengah menerjang sebagian wilayah di negara itu menjadi yang terparah sejak 50 tahun. (Foto: AFP/DUC THAO) Dilansir dari CNN Indonesia
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID --Vietnam tengah menghadapi banjir terparah dalam 50 tahun terakhir. Dikutip dari CNN Indonesia, Pusat Prakiraan Hidro-Meteorologi Nasional Vietnam (NCHMF) melaporkan bahwa curah hujan ekstrem yang terjadi sejak 16 hingga 22 November di wilayah tengah–selatan melampaui catatan sejarah setengah abad terakhir.
Direktur NCHMF, Mai Van Khiem, menyebut peristiwa ini sebagai fenomena langka yang hampir tidak pernah terjadi dalam lebih dari 50 tahun. Banjir besar dipicu oleh hujan ekstrem serta pengaruh krisis iklim, terutama di wilayah Dak Lak, Gia Lai, dan Lam Dong.
Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup Vietnam mencatat sedikitnya 102 orang tewas atau hilang akibat banjir tersebut. Selain itu, lebih dari 1.150 rumah rusak dan lebih dari 80.000 hektar lahan pertanian-including padi dan tanaman pangan lainnya-hancur. Fasilitas umum seperti transportasi, irigasi, sekolah, dan layanan kesehatan juga terdampak. Total kerugian diperkirakan mencapai US$345 juta.
Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh, meminta seluruh tim penyelamat bekerja maksimal dalam pencarian korban dan penanganan darurat. Ia menekankan pentingnya memastikan tidak ada komunitas yang terisolasi serta mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat dan ekonomi.
Dalam beberapa hari terakhir, militer Vietnam telah mengerahkan hampir 150.000 personel untuk operasi tanggap darurat dan pemulihan. Mereka juga mengirimkan lebih dari 86 ton makanan dan berbagai kebutuhan untuk membantu warga terdampak.
Bencana terkait krisis iklim di Vietnam sendiri meningkat signifikan. Sejak awal tahun hingga 24 November, negara itu tercatat mengalami 19 topan yang menyebabkan 409 orang tewas atau hilang serta ribuan rumah rusak. (KP)

















































