Trump Mulai Ditinggalkan, Negara Sekutu AS Serentak Tolak Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

10 hours ago 3

KENDARIPOS.CO.ID -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta negara-negara sekutu AS untuk mengirimkan kapal perang demi mengamankan Selat Hormuz yang diblokir Iran, imbas perang AS-Israel melawan Iran.

Langkah ini bagian dari upaya Trump untuk membentuk koalisi angkatan laut multinasional guna melindungi salah satu jalur pengiriman minyak tersibuk di dunia. Trump mulai menyadari semakin besarnya perpecahan di antara sekutu AS terkait tanggung jawab keamanan di Timur Tengah.

Sayangnya, permintaan itu ditolak mentah-mentah. Setelah Inggris, Perancis hingga Spanyol, kini giliran pemerintah Jepang dan Australia. Kedua negara ini menegaskan tidak ada rencana untuk mengirimkan kapal perang ke kawasan Timur Tengah.

Dilansir dari Tempo, Selasa (17/3/2026) Perdana Menteri Jepang Sane Takaichi menegaskan tidak memiliki rencana untuk mengirimkan kapal angkatan laut untuk mengawal kapal-kapal di Timur Tengah. Ini setelah Presiden AS Donald Trump menyerukan kepada sekutu untuk melindungi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.

"Kami belum membuat keputusan apa pun tentang pengiriman kapal pengawal. Kami terus meneliti apa yang dapat dilakukan Jepang secara mandiri dan apa yang dapat dilakukan dalam kerangka hukum," kata Takaichi kepada parlemen seperti dilansir CNBCTV18.

Angkatan Laut Bela Diri Jepang telah melakukan operasi anti-pembajakan di perairan dekat Timur Tengah, tetapi misi-misi tersebut lebih merupakan operasi kepolisian daripada misi tempur melawan aktor negara.

Jepang dapat mengerahkan militernya ke luar negeri untuk menanggapi apa yang dianggapnya sebagai ancaman eksistensial bagi negara, tetapi hal itu akan sulit secara politis dan memiliki ambang batas hukum yang tinggi bagi pemerintah Takaichi untuk dibenarkan.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan