Trump Hentikan Migrasi Usai Penembakan Dekat Gedung Putih

1 day ago 11
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (WIKIMEDIA COMMONS/ABE MCNATT ) dilansir dari kompas.com

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (27/11/2025) mengumumkan penghentian sementara migrasi dari negara-negara yang ia sebut sebagai “negara dunia ketiga”. Kebijakan ini muncul sehari setelah insiden penembakan terhadap dua tentara Garda Nasional di pusat Washington DC, yang menewaskan satu personel dan melibatkan seorang warga Afghanistan sebagai tersangka.

Dalam unggahannya di media sosial, Trump juga mengancam akan membatalkan jutaan status imigran yang sebelumnya diberikan oleh Joe Biden ketika masih menjabat sebagai presiden.

Penembakan yang terjadi Rabu (26/11/2025) itu disebut berlangsung dengan gaya penyergapan. Korban tewas bernama Sarah Beckstrom (20), anggota Garda Nasional Virginia Barat. Sementara Andrew Wolfe (24) masih dirawat dalam kondisi kritis.

Trump menegaskan bahwa FBI telah membuka penyelidikan internasional terkait dugaan terorisme. Tersangka, Rahmanullah Lakanwal (29), warga negara Afghanistan, diduga merupakan mantan anggota Zero Units, satuan kontraterorisme yang dulu disokong CIA.

Menurut Jaksa AS untuk Washington DC, Jeanine Pirro, Lakanwal mengemudi dari negara bagian Washington menuju ibu kota dan melepaskan tembakan menggunakan revolver Smith & Wesson kaliber .357 ke arah tentara yang sedang berpatroli beberapa blok dari Gedung Putih.

Setelah insiden tersebut, Direktur USCIS Joseph Edlow diperintahkan untuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh pemegang Kartu Hijau dari negara-negara yang dianggap berisiko. Ia merujuk pada daftar 19 negara yang sebelumnya telah diberi pembatasan perjalanan, termasuk Afghanistan, Kuba, Haiti, Iran, dan Myanmar.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan