Putin Tegaskan Ukraina Harus Mundur dari Wilayah Sengketa

2 days ago 13
Tentara Ukraina membawa senapan mesin saat latihan militer bersama pasukan Perancis di lokasi yang dirahasiakan di Polandia para 4 April 2024. Swedia, Norwegia, dan Denmark sumbangkan 500 juta dollar AS (Rp 8,2 triliun) ke NATO untuk menyediakan persenjataan Ukraina, memperkuat pertahanan dari Rusia.(AFP/WOJTEK RADWANSKI) dilansir dari kompas.com

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa perang di Ukraina hanya akan berhenti jika Kyiv menarik pasukannya dari wilayah-wilayah yang diklaim Moskwa sebagai bagian dari Rusia. Ia menyatakan operasi militer dapat dihentikan bila Ukraina meninggalkan wilayah tersebut, namun jika tidak, Rusia akan merebutnya dengan kekuatan militer.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam kunjungan ke Kirgistan, sebagaimana dilaporkan AFP, Kamis (27/11/2025). “Jika pasukan Ukraina meninggalkan wilayah yang mereka kuasai, maka kami akan menghentikan operasi tempur. Jika tidak, kami akan mencapainya dengan cara-cara militer,” ujar Putin. Dikutip dari kompas.com

Pasukan Rusia terus bergerak perlahan namun konsisten di Ukraina timur melalui pertempuran sengit melawan pasukan Kyiv yang kalah jumlah dan persenjataan. Rusia kini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina, yang menjadi ganjalan utama dalam proses perdamaian. Kyiv menegaskan tidak akan menyerahkan wilayah kedaulatannya.

Isu lain yang mengemuka adalah desakan Ukraina atas jaminan keamanan dari Barat untuk mencegah kemungkinan invasi ulang di masa depan.

Pemerintah Amerika Serikat kembali mendorong upaya mengakhiri perang yang hampir memasuki tahun keempat. Washington mengajukan rencana awal yang tidak melibatkan Eropa maupun Ukraina. Rencana tersebut memuat klausul agar Ukraina menarik diri dari wilayah Donetsk, sementara AS secara de facto mengakui Donetsk, Crimea, dan Lugansk sebagai bagian dari Rusia.

Setelah menuai kritik dari Kyiv dan negara-negara Eropa, AS merevisi dokumen tersebut namun belum mempublikasikan versi terbaru. Putin menyebut Moskwa telah melihat rancangan baru yang lebih ringkas, sekitar 20 butir, dan dapat menjadi dasar negosiasi.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan