
-Pemkab Konawe Kuatkan Komitmen Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak, Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) resmi membentuk Tim Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (GGT KLA) Tahun 2025.

Pembentukan tim ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, antara lain pejabat dari OPD Pemda Konawe, Forkopimda, BPS Konawe, perwakilan Forum Anak, Dharma Wanita, PKK, hingga para penggiat sosial.
Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Dr. Ferdinand, SP., MH, dalam sambutannya menegaskan, pembentukan GGT KLA merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Konawe untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
“Gugus tugas ini akan menjadi penggerak utama dalam mengoordinasikan berbagai pihak dan mendorong pelaksanaan kebijakan yang berpihak pada anak. Dengan kerja sama yang kuat, kita berharap dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, kreatif, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di masa depan,” ungkap Ferdinand dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/5/2025).
Senada dengan hal tersebut, Kepala DP3A Konawe, Noor Jannah, ST, M.Si, menjelaskan bahwa pembentukan gugus tugas ini adalah strategi sistematis dan terkoordinasi guna menjamin hak anak secara menyeluruh di tingkat kabupaten.
“Gugus tugas ini berfungsi sebagai koordinator lintas sektor dalam penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi Rencana Aksi Daerah (RAD) KLA, sekaligus memastikan pelibatan anak dalam pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A, Wiwin, S.ST., M.Kes, menambahkan bahwa pembentukan gugus tugas ini juga menjadi langkah strategis untuk mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Baik pemerintah, dunia usaha, media, masyarakat, maupun anak itu sendiri harus turut terlibat dalam mewujudkan Konawe sebagai Kabupaten Layak Anak. Ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan status KLA Konawe dari tingkat Pratama ke tingkat yang lebih tinggi pada 2025,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat layanan perlindungan anak di Konawe, sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan bebas dari kekerasan maupun eksploitasi. (b/ris/ing)