Normalisasi Sudan-Israel Mandek di Tengah Perang Saudara

2 days ago 12
Ilustrasi. (AFP PHOTO / THOMAS COEX) Dilansir dari CNN Indonesia

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID --Sudan sempat mengumumkan normalisasi hubungan dengan Israel pada 2021, tidak lama setelah tumbangnya mantan penguasa Omar al-Bashir. Dikutip dari CNN Indonesia, langkah tersebut merupakan bagian dari Abraham Accord yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump. Namun, tiga tahun setelah pengumuman tersebut, Sudan justru terjerumus dalam perang saudara berkepanjangan.

Normalisasi hubungan Sudan–Israel kala itu semakin terlihat ketika Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, pemimpin Dewan Kedaulatan transisi, bertemu diam-diam dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Uganda pada Februari 2020 untuk membahas pembukaan hubungan diplomatik. Menurut analis politik Sudan, Kholood Khair, kesediaan Sudan mengikuti Abraham Accord lebih merupakan upaya pemerintah transisi untuk memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat pasca-kejatuhan Bashir, serta mendekatkan diri dengan Uni Emirat Arab yang anti-Ikhwanul Muslimin.

Harapan Burhan kian besar setelah AS menyatakan bersedia mempertimbangkan penghapusan Sudan dari daftar negara sponsor terorisme. Namun, kondisi negara itu justru memburuk. Sejak April 2023, Sudan terperosok dalam perang saudara antara militer dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Konflik dipicu perebutan pengaruh dan ketegangan mengenai integrasi RSF ke tubuh militer. RSF menilai integrasi baru dapat dilakukan setelah reformasi menyeluruh lembaga militer, sementara militer menginginkan penyatuan segera.

Pengamat politik Yasir Zaidan menilai, kebijakan luar negeri Sudan—termasuk normalisasi dengan Israel—lebih diarahkan untuk kepentingan elit politik dibanding kepentingan nasional. Ia memperingatkan bahwa inisiatif tersebut dapat memperdalam persaingan politik internal dan berpotensi menjadi bumerang bagi Israel, terutama jika pemerintahan Sudan mendatang mengaitkan perjanjian normalisasi dengan pihak militer yang kini terlibat konflik.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan