KENDARIPOS.CO.ID -- Serangan balasan Iran ke berbagai wilayah di Timur Tengah yang menampung aset-aset militer Amerika Serikat (AS) dan Israel dikomandoi oleh Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC).
Unit militer ini adalah satu di antara cabang elite Angkatan Bersenjata Iran yang kedudukannya setara dengan Kesatuan Militer Iran itu sendiri.
Bertugas untuk melindungi kepentingan rezim serta mengawasi program nuklir Iran, IRGC jelas akan membalas secara keras kematian Ali Khamenei yang dibunuh oleh serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026 silam.
Mengutip ulasan analis dan jurnalis WN, Tarun Mishra, IRGC akan mengambil langkah-langkah ekstrem untuk membalaskan kematian Khamenei, bahkan dengan pertaruhan Iran bakal rata tanah karena berperang melawan AS-Israel.
"Untuk memahami langkah IRGC selanjutnya, Anda harus memahami ideologi mereka. Bagi Garda Revolusi, Khamenei bukan hanya seorang presiden atau perdana menteri; dia adalah "Bayangan Tuhan di Bumi." Pembunuhannya tidak dipandang sebagai kekalahan militer semata," tulis Mishra dalam ulasannya seperti dikutip dari Tribunnews. com, Jumat (6/3/2026).
Menurut Mishra, bagi para fanatik di jajaran tertinggi IRGC, pembunuhan Khamenei itu adalah penodaan agama yang apokaliptik.
"Perhitungan geopolitik rasional, seperti melindungi ekonomi atau meminimalkan korban sipil, telah diabaikan begitu saja. Satu-satunya respons yang dapat diterima adalah pertumpahan darah maksimal," tulis analis geopolitik tersebut.


















































