KENDARIPOS. CO. ID -- Industri perbankan di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan kinerja yang tetap ekspansif pada awal tahun 2026. Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra mencatat total aset perbankan di Sulawesi Tenggara mencapai Rp 61,68 triliun pada Januari 2026 atau tumbuh 6,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha mengatakan bahwa, berdasarkan data pertumbuhan sektor perbankan daerah masih terjaga dengan baik, didorong oleh peningkatan dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran kredit.
“Berdasarkan data Januari 2026, total aset perbankan tercatat Rp61,68 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan Januari 2025 yang sebesar Rp57,91 triliun, meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan posisi Desember 2025 yang mencapai Rp62,53 triliun,” ujarnya, Jumat (6/3/2026)
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan positif. Pada Januari 2026, DPK tercatat sebesar Rp 33,64 triliun, meningkat 5,9 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar Rp 31,67 triliun. Posisi ini juga lebih tinggi dari Desember 2025 yang tercatat Rp 33,11 triliun.
“Dari sisi penyaluran kredit, perbankan di Sultra mencatat total kredit sebesar Rp 42,59 triliun pada Januari 2026. Angka ini tumbuh 5,1 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar Rp 40,52 triliun,” ungkap Bismi Maulana Nugraha.
OJK Sultra menilai kinerja perbankan di daerah masih cukup kuat dengan fungsi intermediasi yang tetap berjalan. “Hal ini terlihat dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berada di level 126,59 persen pada Januari 2026. Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan Desember 2025 yang berada di level 129,04 persen,* katanya.


















































