Impor Barang Bekas Melonjak Drastis, Maman Abdurrahman Soroti Oknum Bea Cukai

3 months ago 73
Foto: Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memberi keterangan ketika ditemui di Kementerian UMKM, Jakarta, Rabu 22/10/2025 (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Kendaripos.co.id --  Impor barang bekas ke Indonesia melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan, volume impor barang bekas — termasuk pakaian — meningkat signifikan dari hanya 7 ton pada 2021 menjadi 3.600 ton pada 2024. Hingga Agustus 2025, jumlahnya sudah mencapai 1.800 ton.

“Data tahun 2021, impor barang-barang bekas yang masuk ke Indonesia hanya 7 ton per tahun. Tahun 2022 naik menjadi 12 ton, 2023 tetap 12 ton, tapi di 2024 melonjak menjadi 3.600 ton. Sementara tahun ini, per Agustus 2025, sudah sekitar 1.800 ton,” ungkap Maman dalam sambutannya pada Pembukaan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Maman menuding ada oknum di lingkungan Bea Cukai yang turut meloloskan barang-barang bekas ilegal tersebut ke pasar domestik. Ia menegaskan, pemerintah kini tengah memperkuat langkah pengawasan dan penertiban untuk menekan masuknya barang impor ilegal ke Indonesia.

“Sekarang kita kumpulkan asosiasi dan produsen lokal, termasuk distro-distro di Bandung dan produsen pakaian dalam negeri. Kita dorong mereka untuk menjadi substitusi bagi produk-produk barang bekas itu,” jelas Maman. Dilansir dari detikfinance.

Menurutnya, langkah ini merupakan kebijakan win-win solution tidak hanya menutup arus impor ilegal dari hulunya, tetapi juga membuka peluang agar pelaku usaha lokal tetap bisa bertahan dan berkembang.

“Ini langkah terobosan. Jadi bukan hanya menutup barang bekas impor, tapi juga memberikan solusi supaya para pedagang tetap bisa berdagang,” tambahnya. Dilansir dari detikfinance.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan