Ilustrasi ledakan.(UNSPLASH/LUKE JERNEJCIC) dilansir dari kompas.com
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Dua kapal tanker berbendera Gambia meledak dan terbakar di Laut Hitam pada Jumat (28/11/2025). Otoritas Turkiye menduga insiden itu dipicu ranjau laut atau proyektil sejenis yang masih banyak tersebar akibat konflik Rusia-Ukraina.
Direktorat Jenderal Urusan Maritim Turkiye melaporkan seluruh awak kedua kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Insiden pertama menimpa kapal tanker Kairos, yang meledak sekitar 28 mil laut (52 kilometer) dari lepas pantai Turkiye saat menuju pelabuhan Novorossiysk, Rusia. Api dan asap hitam tebal terlihat membubung dari haluan kapal, namun belum ditemukan indikasi pencemaran laut.
Gubernur Provinsi Kocaeli, Ilhami Aktas, menyebut ledakan terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat di lepas pantai Kefken, kawasan utara Turkiye.
Tak lama berselang, kapal tanker Virat mengalami insiden serupa sekitar 35 mil laut dari lokasi pertama. Direktorat Maritim menyebut 20 awaknya berhasil dievakuasi, sementara asap tebal terdeteksi dari ruang mesin.
Menteri Perhubungan Turkiye Abdulkadir Uraloglu menyatakan ledakan kemungkinan disebabkan faktor eksternal.
“Penyebab eksternal berarti kapal terkena ranjau, roket, proyektil serupa, drone, atau kendaraan bawah air tak berawak,” ujarnya kepada stasiun televisi NTV. Dikutip dari kompas.com
Uraloglu menegaskan seluruh awak Kairos telah dievakuasi dengan selamat, dan tim penyelamat juga telah tiba di Virat. “Tidak ada ancaman terhadap keselamatan mereka. Hingga saat ini belum ditemukan pencemaran lingkungan, tetapi kami terus memantau perkembangan kebakaran,” katanya.

















































