Tentara Israel bersiaga di kamp Nur Shams yang menampung pengungsi Palestina, di Tepi Barat pada 5 Maret 2025.(AFP/ZAIN JAAFAR) dilansir dari kompas.com
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Dua pria Palestina tewas setelah diduga ditembak mati oleh tentara Israel dalam sebuah operasi militer di Tepi Barat, Kamis (27/11/2025). Rekaman video yang ditayangkan beberapa stasiun televisi Arab menunjukkan kedua pria itu tampak menyerah sebelum ditembak, memicu kecaman dari pihak Palestina.
Video tanpa suara yang disiarkan Al-Ghad memperlihatkan kedua pria tergeletak di tanah, lalu diperintahkan berjalan menuju pintu sebuah garasi. Keduanya mengangkat baju dan tangan sebagai tanda tidak membawa senjata serta menyerah kepada tentara Israel.
Ketika mereka sudah berada di tanah dan dikelilingi pasukan, terdengar suara tembakan, dan tubuh kedua pria itu tampak terkulai. Setidaknya satu tentara terlihat mengarahkan senjata dan melepaskan tembakan.
Militer Israel menyatakan sedang meninjau insiden tersebut. Dalam keterangan awal, mereka menyebut kedua pria itu sebagai buronan milisi di Jenin yang sebelumnya melempar bahan peledak dan menembaki pasukan.
“Setelah menyerah dan keluar dari bangunan, tembakan diarahkan kepada para tersangka,” demikian pernyataan militer yang dikutip AP. Israel mengatakan kasus ini akan dirujuk kepada badan profesional untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dikutip dari kompas.com
Namun, kelompok hak asasi manusia Palestina menilai penyelidikan semacam ini jarang berujung pada tindakan hukum serius terhadap prajurit Israel.
Otoritas Palestina mengidentifikasi dua korban sebagai Al-Muntasir Abdullah (26) dan Yousef Asasa (37). Mereka menuduh Israel melakukan “eksekusi keji dan terencana” serta membawa pergi jasad kedua pria tersebut.

















































