Dampak Bencana di Sumut, Warga Mulai Menjarah, “Anak-anak Sudah Kelaparan”

1 day ago 9

Kendaripos.co.id — Sudah empat hari pasca banjir dan longsor sejak Senin malam (24/11/2025), bukan hanya rumah yang terendam atau akses yang terputus, tapi rasa cemas yang terus menggelayut karena logistik tak kunjung tiba.

Di Hutabalang, sebagian warga bertahan hanya dengan air minum seadanya. Sementara itu, jalur masuk ke Pandan tampak seperti kota kecil yang terisolasi. Truk bantuan hanya bisa berhenti sampai batas tertentu, menunggu alat berat membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan.

Warga korban dampak bencana di Kota Pandan terekam kamera jarah swalayan. (HO/tangkapan layar)

“Kami bukan tidak mau sabar, anak-anak sudah mulai kelaparan” tutur seorang Ibu di Pinangsori sambil memegang botol air kosong. Keluhan semacam itu kini menjadi napas sehari-hari warga terdampak.

Ketegangan memuncak di Pandan. Beberapa minimarket yang kehabisan stok dan tak mendapat suplai baru sejak bencana terjadi mulai menjadi sasaran penjarahan. 

Rekaman amatir yang beredar memperlihatkan warga mendobrak pintu tokoh demi mendapatkan kebutuhan dasar, seperti beras, mie instan hinggal air mineral.

Bukan karena kriminalitas, melainkan kepanikan yang lahir dari ketidakpastian. “Kami hanya ingin mengambil makanan untuk keluarga. Sudah dia hari tidak makan nasi” kata seorang warga uang enggan disebutkan namanya. (Fajar/kp)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan