“Berani” Beber KesuksesanProgram 100 Hari Kerja

2 months ago 70

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Seratus hari sudah duet Ir. H. Burhanuddin dan Ahmad Yani memimpin Kabupaten Bombana sejak resmi dilantik pada 20 Februari lalu. Dalam waktu yang relatif singkat ini, pasangan yang dikenal dengan akronim “Berani” ini, mulai menapakkan arah baru dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin (kiri) bersama Wakil Bupati Ahmad Yani saat membeberkan keberhasilan program 100 hari kerja dihadapan masyarakat Bombana, Jumat malam (30/5/2025).

Mereka tidak membiarkan waktu berlalu dengan hanya mengandalkan rutinitas rapat dan laporan. Sebaliknya, keduanya memilih untuk menyibukkan diri dengan gerak nyata, merintis pendekatan partisipatif, dan menyatukan kembali semangat kolektif antara birokrasi dan masyarakat.

Langkah awal mereka dalam membenahi Kabupaten Bombana bukan sekadar simbolik, tetapi dirancang untuk menjadi fondasi kuat bagi perubahan jangka panjang.

Sebagai bentuk transparansi dan wujud komunikasi langsung dengan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar Ekspose 100 Hari Kerja. Acara ini tidak dibatasi di ruang-ruang formal, melainkan dibuka secara luas dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk yang segar dan menyenangkan mulai dari lomba menggambar, fashion show anak-anak, pawai budaya, hingga Kemah Bakti Berani yang menjadi puncak kegiatan.

Dalam kemah ini, semua atribut jabatan dilepaskan. Tidak ada bupati, camat, ataupun kepala desa; yang ada hanyalah peserta setara yang bersama-sama diajak untuk belajar komunikasi, memperkuat kerja sama, dan menumbuhkan semangat solidaritas tanpa sekat.

Bupati Burhanuddin menegaskan, kemah ini bukan sekadar ajang kegiatan lapangan, tetapi menjadi ruang pendidikan karakter dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai kesetaraan dan kolaborasi.

“Pemerintahan yang sehat harus mampu merangkul dan membangun kepercayaan, bukan hanya menjalankan roda birokrasi secara prosedural,” ungkap Burhanuddin mengawali sambutannya dalam ekspose 100 hari kerja.

Dalam momen ini, Bupati Burhanuddin membeberkan kesuksesan pelaksanaan program 100 hari kerja. Ia menjelaskan, di bidang ekonomi, arah pembangunan yang digagas Burhanuddin–Ahmad Yani difokuskan pada penguatan potensi lokal. Khususnya di sektor pertanian dan perikanan, dua kekuatan utama Bombana yang selama ini belum digarap secara maksimal.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah langkah konkret, seperti penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk petani. Serta pemberian perlindungan sosial bagi ribuan nelayan dan pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

"Pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran khusus dalam APBD 2025 sebagai bentuk jaminan sosial yang berkelanjutan," ujarnya.

Selain itu, fondasi kelembagaan juga diperkuat dengan pembentukan KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) dan PERHIPTANI (Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia) untuk masa bakti 2025–2029.

Menurutnya, kehadiran dua lembaga ini bukanlah seremoni biasa, melainkan bagian dari strategi besar dalam mewujudkan Bombana sebagai kawasan agrominapolitan unggulan di kawasan Tenggara Sulawesi (Sultra).

Dengan pendekatan yang menyatukan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu rantai nilai, Burhanuddin ingin memastikan bahwa masyarakat lokal terutama petani dan nelayan menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi, bukan sekadar penonton di kampung sendiri.

“Bombana harus berdiri di kaki sendiri dalam pangan dan menjadi pusat distribusi regional.
Kita ingin petani dan nelayan menjadi pelaku utama, bukan penonton di kampung sendiri," tegasnya.

Dalam sektor keagamaan, pasangan "Berani" juga menunjukkan perhatian serius melalui peluncuran program “Satu Desa Satu Hafidz”. Program ini bertujuan untuk melahirkan setidaknya satu penghafal Al-Qur’an 30 juz di setiap desa dalam jangka waktu tiga tahun ke depan.

Pada tahap awal, Pemkab Bombana telah bekerja sama dengan Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud untuk melakukan pendataan dan survei calon hafidz, yang akan mulai dibuka pada tahun ajaran baru 2025.

Program ini tidak hanya bertujuan mencetak generasi Qurani, tetapi juga mengubah pola pikir masyarakat terhadap pendidikan pesantren. Burhanuddin berharap, ke depan, Bombana mampu menghadirkan pesantren modern dengan fasilitas yang layak, agar anak-anak tidak perlu lagi merantau ke daerah lain untuk menimba ilmu agama.

“Membangun pesantren berkualitas di daerah sendiri merupakan bagian dari misi besar menciptakan masyarakat religius yang tetap berpijak pada nilai-nilai lokal,” jelasnya.

Hasil Kerja Bersama

Burhanuddin mengaku, suksenya program 100 hari kerja ini bukan hanya kerja Bupati dan Wakil Bupti saja. Lebih dari itu, keberhasilan program 100 hari kerja ini merupakan hasil kerja sama seluruh elemen. Untuk itu, mewakili pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas kerja cerdas dan kerja ikhlas itu.

“Ini baru saja dimulai. Saya mengajak seluruh jajaran untuk tetap terus bekerja dan mengabdi untuk masyarakat Bombana,” harapnya.

Program 100 Hari Kerja yang dirancang Burhanuddin–Ahmad Yani jelas bukan hanya rangkaian kegiatan seremonial atau proyek mercusuar yang megah di atas kertas. Melainkan merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi reformasi sosial dan ekonomi yang berkelanjutan, berbasis potensi nyata yang dimiliki daerah.

Kepemimpinan “Berani” menunjukkan kesungguhan dalam membuktikan bahwa perubahan tidak harus menunggu waktu lama. Mereka memilih bergerak cepat dengan pendekatan kolaboratif, menyatukan semangat birokrasi dengan energi gotong royong masyarakat.

Bagi Burhanuddin dan Ahmad Yani, pembangunan bukan hanya tentang membangun jalan dan gedung, tetapi juga menata ulang pola pikir, membangun kembali kepercayaan publik, serta memperkuat kemandirian masyarakat.

"Seratus hari pertama ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang membangun Bombana yang inklusif, kuat, dan berdikari," imbuhnya. (b/idh)

"Berani" Beber Kesuksesan Program 100 Hari Kerja

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan