KENDARIPOS. CO. ID -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai merumuskan arah pembangunan tahun anggaran 2026 dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui perencanaan yang dimatangkan sejak awal, Pemprov memastikan kebijakan pembangunan tetap berpijak pada empat pilar utama: infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, J. Robert, menegaskan keempat sektor tersebut dipilih sebagai fondasi utama untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Sultra.
“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan 2026 tetap fokus pada kebutuhan mendasar masyarakat. Empat pilar ini menjadi penopang utama agar pertumbuhan yang terjadi benar-benar dirasakan secara merata,” ujar J. Robert, Selasa (3/3/2026)
Dia menjelaskan, di sektor infrastruktur, Pemprov Sultra menitikberatkan pada peningkatan kualitas dan konektivitas wilayah. Perbaikan serta pembangunan jalan di kawasan strategis akan terus dilanjutkan guna membuka akses ekonomi baru dan mempercepat distribusi barang dan jasa.
"Selain itu, konektivitas perhubungan darat dan penyeberangan antar pulau menjadi perhatian khusus. Optimalisasi pelabuhan penyeberangan besar diproyeksikan mampu memperlancar arus logistik serta mobilitas warga, mengingat karakteristik geografis Sultra yang terdiri dari wilayah kepulauan," ungkapnya.
Dia menambahkan, sementara untuk Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) juga tetap menjadi prioritas. Program ini diposisikan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap target nasional pembangunan 3 juta rumah, sekaligus upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.


















































