KJRI RI Hong Kong melaporkan ada sekitar 140 WNI tinggal dan bekerja di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, yang terbakar hebat pada Rabu (26/11). (Foto: REUTERS/Tyrone Siu) Dilansir dari CNN Indonesia
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Kebakaran hebat yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, pada Rabu (26/11), berdampak besar pada ratusan warga Indonesia yang tinggal di kawasan padat penduduk tersebut. Dikutip dari CNN Indonesia, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong melaporkan terdapat sekitar 140 WNI yang tinggal dan bekerja di kompleks itu.
Berdasarkan pendataan ketenagakerjaan serta verifikasi lapangan, seluruh WNI tersebut merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik yang bermukim sekaligus bekerja pada keluarga di kawasan tersebut.
Dari jumlah itu, KJRI menyebut 61 orang telah berhasil dikonfirmasi keberadaan dan kondisinya, termasuk identifikasi satu WNI yang menjadi korban meninggal dunia. Sementara 79 WNI lainnya masih dalam proses verifikasi.
Tragedi ini terjadi di delapan gedung apartemen, di mana tujuh di antaranya luluh lantak terbakar sejak siang hingga malam hari. Peristiwa tersebut menewaskan 128 orang, termasuk tujuh WNI, yang seluruhnya adalah perempuan dan bekerja sebagai PMI.
Puluhan korban selamat mengalami luka berat, termasuk satu WNI yang saat ini masih menjalani perawatan medis.
KJRI Hong Kong telah mengerahkan tim ke lapangan untuk membantu proses identifikasi, pendataan, dan pendistribusian bantuan darurat. Selain itu, KJRI juga membuka posko kedaruratan serta menjalin komunikasi dengan berbagai simpul masyarakat untuk mengumpulkan informasi terkait WNI yang kemungkinan terdampak.
Otoritas Hong Kong masih melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab salah satu kebakaran terbesar dalam beberapa dekade terakhir itu. Kompleks Wang Fuk Court sendiri memiliki sekitar 2.000 unit apartemen dan dihuni lebih dari 4.000 warga, banyak di antaranya merupakan lansia.(KP)

















































