100 Hari Kerja, Wujudkan Kemandirian Pangan

3 months ago 69

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Salah satu program kerja cepat yang sedang dimaksimalkan Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim dan Wakilnya, Wa Ode Hasminah Bolu, adalah mewujudkan kemandirian pangan. Upaya tersebut digagas melalui gerakan tanam cabai yang dilakukan pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau di Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio, baru-baru ini.

"Salah satu persoalan yang masih dihadapi Kota Baubau saat ini adalah berkaitan dengan inflasi daerah yang fluktuatif serta adanya kecenderungan peningkatan harga komoditas pangan, utamanya menjelang hari-hari besar keagamaan dan nasional. Apalagi, Kota Baubau bukanlah daerah sentra produksi pangan yang besar. Sebab sekitar 70 persen kebutuhan pangan harus dipenuhi pasokan dari luar daerah. Sehingga itulah yang menyebabkan fluktuasi harga dan dipengaruhi kondisi ketersediaan pasokan bahan pangan tersebut," papar Yusran Fahim, kemarin.

Makanya, pengendalian inflasi daerah menjadi salah satu dari 16 program kerja 100 hari pertama mereka. Strategi pengendalian inflasi daerah dilakukan dengan memaksimalkan ketersediaan pasokan melalui peningkatan produksi pertanian lokal. Strategi tersebut, menurut Yusran Fahim, diimplementasikan melalui pengembangan kawasan pertanian dan peningkatan pemanfaatan pekarangan untuk budi daya komoditas pangan.

"Kegiatan gerakan tanam ini merupakan salah satu langkah nyata dalam upaya pengendalian inflasi daerah. Kenaikan harga kebutuhan pangan pokok seperti sayuran dan cabai dapat mengganggu stabilitas ekonοmi masyarakat. Sehingga gerakan tanam ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pangan lokal, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar dan pada akhirnya menekan laju inflasi," tandas Baubau-1 tersebut.

Diketahui, komoditas pangan yang sering dan berulang menjadi andil inflasi di Kota Baubau adalah beras, cabai rawit, cabai merah besar, bawang merah dan tomat. Sehingga perlu ditetapkan prioritas kebijakan pertanian untuk mendorong peningkatan produksi, produktivitas dan mutu hasil komoditas-komoditas tersebut. Baik melalui pengembangan pertanian berbasis kawasan maupun dengan meningkatkan pemanfaatan Pekarangan. (c/mel/lyn)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan