Alinea Gelar “Ngobrol Pajak Buat Kamu yang Mau Cari Cuan”

8 hours ago 3

SHNet, Jakarta-Dalam upaya memperkuat literasi pajak di kalangan masyarakat,pada 3 dan 5 Februari 2026, perkumpulan penulis Alinea bekerja sama dengan komunitas pembaca Membaca Raden Saleh (MRS) serta kelompok UMKM Kreatif Tanpa Batas menggelar program bincang santai bertajuk “Ngobrol Pajak Buat Kamu yang Mau Cari Cuan” sekaligus bedah buku Pajakologic Vol. 1 karya Dwie Ratna Winarsih.

Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026 di Perpustakaan dan Ruang Temu Baca Di Tebet, dan berlanjut pada Kamis, 5 Februari 2026 di Café Pedjoeang. Dalam dua sesi tersebut, pembahasan berfokus pada bagaimana literasi pajak dapat menjadi bekal penting bagi warga negara sekaligus pendukung perkembangan UMKM dan para pelaku usaha pemula.

Titik Berangkat Literasi

Buku Pajakologic Vol. 1, yang dibahas dalam kegiatan ini, ditulis berdasarkan pengalaman lebih dari 20 tahun Dwie Ratna Winarsih berkecimpung sebagai konsultan pajak. Dalam tulisannya, Dwie mengangkat pengalaman personal ketika dua dekade lalu ia mendapat mandat mengurus klien-klien ayahnya dan harus belajar pajak dari nol. Menurutnya, kerumitan aturan perpajakan sering membuat masyarakat merasa takut, bingung, atau tidak berdaya—dan justru karena itulah literasi pajak perlu dibuat sederhana, komunikatif, dan dapat diakses siapa saja.

Untuk memperkenalkan bukunya, Dwie yang berdomisili di Surabaya rela terbang ke Jakarta agar dapat berdialog langsung dengan pembaca, penulis, UMKM, dan pekerja profesional.

Pengalaman Nyata dan Edukasi Pajak

Pada sesi pertama di Baca di Tebet, yang dimoderatori oleh Stebby Julionatan, diskusi berlangsung hangat dan inklusif. Para peserta yang sebagian besar merupakan penulis dan pekerja profesional tampak antusias membicarakan pentingnya keterbukaan dan kesadaran pajak bagi seluruh warga negara.

Pada kesempatan tersebut, hadir juga Irena Tjahjadi, praktisi bisnis sekaligus pembaca, yang membagikan pengalamannya ketika didatangi petugas pajak dan harus menghadapi proses administrasi yang tidak selalu nyaman. Cerita Irena menegaskan bahwa literasi pajak bukan hanya soal memahami aturan, tetapi juga soal kesiapan mental dan kedisiplinan dalam mengurus kewajiban.

Salah satu peserta, Iwan, yang akrab disapa PM mengajukan pertanyaan krusial: “Apa yang seharusnya dilakukan masyarakat, konsultan pajak, dan pemerintah agar sistem perpajakan lebih jelas dan tidak menakutkan?” Pertanyaan ini membuka diskusi mengenai perlunya transparansi, edukasi berkelanjutan, dan komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga.Diskusi berjalan lebih dari dua jam dan tetap terasa singkat karena besarnya antusiasme peserta.

Foto bersama usai diskusi di Baca Di Tebet

Perspektif UMKM dan Praktisi Pajak

Sesi kedua pada 5 Februari di Café Pedjoeang digelar bersama komunitas UMKM Kreatif Tanpa Batas. Hadir pula Dedi Rudaedi, praktisi perpajakan, yang menekankan pentingnya pencatatan sederhana untuk setiap pemasukan dan pengeluaran UMKM sebagai fondasi kepatuhan pajak. Perspektif praktis dari lapangan ini semakin memperkaya pemahaman peserta mengenai tantangan nyata yang dihadapi para pelaku usaha.

Dalam roadshow ini, Fifin Maidarina, Head of Production Papermind Creative Studio, menegaskan bahwa Pajakologic Vol. 1 bukan sekadar buku teknis, tetapi panduan untuk membantu masyarakat memahami risiko denda dan pentingnya tertib administrasi sejak dini. Dwie menambahkan bahwa literasi pajak sebaiknya diperkenalkan pada tahap awal perjalanan bisnis, sehingga pelaku usaha tidak kaget saat usahanya berkembang.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Alinea berharap literasi pajak tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif semata, melainkan sebagai bentuk partisipasi aktif warga negara dalam mendukung pembangunan nasional. Kegiatan “Ngobrol Pajak Buat Kamu yang Mau Cari Cuan” dan bedah buku Pajakologic Vol. 1 menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman tentang pajak dalam suasana yang santai, terbuka, dan memberdayakan. (sur)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan