SHNet, Jakarta– Layanan jantung terpadu, Center of Excellence (COE) BraveHeart Brawijaya Hospital Saharjo senantiasa memberikan layanan terbaik penanganan pasien jantung. Pusat layanan yang mengusung Konsep “one stop solution” untuk kesehatan jantung dan bedah toraks yang menonjolkan eksklusivitas dan kelengkapan layanan di satu lokasi.
Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP (K), Sp.PD, FACC, FSCAI, FAPHRS, FHRS, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Brawijaya Hospital sekaligus Chairman BraveHeart Brawijaya Saharjo menjelaskan, bahwa seluruh proses mulai dari registrasi, konsultasi, pemeriksaan penunjang seperti treadmill, echo, lab bahkan ruang katheterisasi (CAG) hingga pembayaran dapat dilakukan cukup di satu tempat, yakni di BraveHeart Brawijaya Hospital Lantai 8. “Pasien tidak perlu mobilitas tinggi ke lantai lain. Semua petugas yang datang kepada pasien,” ujarnya, saat ditemui pada Jumat, (27/01).
Lanjutnya, layanan ini komprehensif karena mencakup penanganan untuk semua usia, mulai dari anak hingga dewasa, dengan tim yang terdiri dari: dokter spesialis anak konsultan jantung, dokter spesialis jantung dewasa, dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular (BTKV) anak dan dewasa, jadi seluruh range usia.
“Total ada 14 dokter yang berasal dari institusi pendidikan dan kesehatan ternama seperti RSCM dan Harapan Kita,” imbuh dr. Yamin.
“Selain itu, BraveHeart juga mengintegrasikan layanan jantung mulai dari pencegahan, pengobatan, tindakan hingga rehabilitasi jantung (kardio rehab) untuk orang sehat, atlet, maupun pasien pasca-operasi agar dapat kembali beraktivitas dengan optimal,” tambah dr. Yamin.
Menurut dr. Yamin teknologi terkini menjadi salah satu keunggulan layanan BraveHeart Brawijaya Hospital Saharjo.
“High Quality PCI (pemasangan ring pada penyakit jantung koroner) dengan modalitas lengkap. IVUS (seperti USG pembuluh darah), rotablator dan IVL (mengikis plak dan kalsifikasi kalsifikasi pembuluh darah). BraveHeart Brawijaya juga dilengkapi dengan fasilitas terbaru dengan mesin CT Scan dan MRI jantung dengan spesifikasi tercanggih di kelasnya,” ungkap dr. Yamin.
Sejak berdiri pada 2024, BraveHeart telah menangani lebih dari 1.000 pasien rawat jalan dan melakukan 250 tindakan dalam 1,5 tahun. Tindakan terbanyak adalah pemasangan ring (PCI) diikuti oleh ablasi untuk gangguan irama jantung, intervensi vaskular, bypass, dan bedah jantung anak.
Untuk pasien darurat jantung, layanan tersedia 24 jam melalui IGD rumah sakit yang akan ditangani langsung oleh tim BraveHeart. Poliklinik beroperasi dari pukul 08.00 hingga 21.00.
Gangguan irama jantung
Kian melengkapi layanannya, BraveHeart Brawijaya Hospital Saharjo kembali meluncurkan program House of Rythm, yakni layanan khusus bagi pasien gangguan irama jantung seperti Atrial Fibrillation (AF) atau gangguan irama jantung lainnya.
dr. Simon Salim, Konsultan Elektrofisiologi Brawijaya Hospital Saharjo, sekaligus director dari House of Rythm memperingatkan bahaya Atrial Fibrillation (AF) atau gangguan irama jantung yang bisa bergejala atau tanpa gejala, namun dapat meningkatkan risiko stroke hingga 3-5 kali lipat.
Menurut dr. Simon. AF banyak terjadi pada usia lanjut juga dipengaruhi riwayat keluarga atau faktor genetik, jenis kelamin, riwayat penyakit seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, tiroid, obesitas, sleep apnea, sedentary lifestyle, serta kebiasaan buruk lainnya.
Untuk penanganan, di BraveHeart Brawijaya Saharjo tersedia terapi ablasi terkini, termasuk teknologi terbaru Pulsed-Field Ablation (PFA) yang lebih aman dan minim risiko. “Alat dan prosedurnya sama persis dengan di luar negeri, dan dokter-dokter kami sudah terlatih,” tambahnya yang sudah menangani banyak pasien AF dengan teknologi PFA.
Dengan kombinasi layanan komprehensif, teknologi mutakhir, dan tim dokter spesialis, BraveHeart Brawijaya Hospital Saharjo hadir sebagai solusi terpadu untuk kesehatan jantung masyarakat. (Stevani Elisabeth)

















































