Demi Rakyat NTT, Wagub Johni Asadoma Temui Pemda Badung dan Karangasem

4 days ago 17

Denpasar-Wagub Johni Asadoma bersama jajaran pejabat teras NTT merendahkan diri untuk menemui perwakilan Pemda Badung dan Pemda Karangasem, Bali. Rombongan Wagub NTT hanya ditemui Sekda Badung dan Wakil Bupati Karangasem. Situasi ini tak lazim dalam tata krama relasi pemerintahan. Meski begitu rombongan Wagub NTT tetap melakukan pertemuan demi rakyat NTT di Bali.

Rombongan Wagub Johni Asadoma melakukan kunjungan resmi ke Pemda Badung dan Karangasem di Bali, Kamis (29/1/2026). Turut hadir mendampingi Wakil Gubernur NTT dalam lawatannya di kedua kabupaten tersebut yakni Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra NTT, Kanis Mau, Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Pemerintahan, Petrus Seran Tahuk, Kadis Nakertrans NTT, Sylvia Peku Djawang, Karo Administrasi Pimpinan Setda NTT, Prisila Parera,  Karo Umum Setda NTT, Gusti Sigasare, dan Kaban Penghubung NTT, Taty Setyawati. Turut hadir pula Bupati/Wakil Bupati atau pejabat yang mewakili sedaratan Sumba serta Wakil Bupati Ende.

Wakil Gubernur Johni Asadoma beserta jajaran pada Kamis (29/1/2026) pagi langsung menuju Kantor Bupati Badung yang terletak di Jl. Raya Sempidi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Wagub Johni Asadoma langsung disambut  Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Ida Bagus Surya Suamba serta pejabat lingkup Pemkab Badung lainnya.

Sekda Kabupaten Badung, Ida Bagus Surya Suamba meminta maaf atas ketidakhadiran Wakil Bupati Badung yang sebelumnya dijadwalkan untuk menerima kunjungan Wakil Gubernur NTT, namun karena tugas pemerintahan di pusat yang tidak bisa diwakili sehingga Sekda Kabupaten Badung yang didelegasikan langsung oleh pimpinan daerah tersebut untuk menerima kunjungan Wagub NTT.

Sekda Ida Bagus pada kesempatan tersebut mengapresiasi kehadiran Wagub NTT dan jajaran di wilayah Kabupaten Badung. Ia menyebutkan kehadiran Wagub tersebut sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap warga asal NTT di Bali secara khusus di Kabupaten Badung.

Ida mengungkapkan, masyarakat Badung dari dulu sudah terbiasa hidup heterogen bersama warga lainnya dari luar Bali tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama, ras dan golongan.

Wakil Gubernur NTT pada momentum penuh rasa kekeluargaan tersebutpun menyampaikan permohonan maaf terhadap pemerintah dan masyarakat Bali dan Badung secara khusus atas beberapa peristiwa sosial yang diakibatkan oleh para oknum warga NTT di Bali.

Menurut Wagub Johni, perbuatan para oknum warga NTT tersebut juga akhirnya membuat masyarakat NTT di Bali dilabeli stigma yang negatif sehingga berimbas pada citra Diaspora NTT lainnya yang selama ini hidup dengan rukun dan taat terhadap aturan bersama masyarakat Bali lainnya.

“Ke depan, tentu ini pelajaran bagi kami agar bisa tertib untuk mengatur administrasi kependudukan yang jelas setiap warga kami. Ke depan, setiap warga yang hendak ke luar, harus dilengkapi surat keternagan dari RT/RW, Lurah atau Kepala Desa setempat. Dan ketika tiba di daerah tujuan, wajib melapor pada RT setempat. Ini salah satu fungsi kontrol, sehingga anak-anak NTT yang merantau tentu akan diperhatikan agar bisa meminimalisir berbagai tindakan yang berpotensi melanggar aturan,” jelas Wagub Johni.

Selain itu, Wagub Johni Asadoma juga menekankan pentingnya pembekalan dan pembinaan terhadap setiap warga NTT sebelum ke luar daerah. “Kami juga tentu akan sampaikan, bekali warga NTT yang mau ke luar daerah dengan wawasan nusantara, bagaimana setiap warga harus mampu beradaptasi, bersosialisasi dan menyesuaikan diri dengan daerah yang ia tuju. Bagaimana menjaga norma-norma dan nilai-nilai budaya setempat, ini penting agar tidak terjadi lagi gesekan-gesekan sosial,” jelas Wagub NTT.

Setelah itu, rombongan Wagub NTT melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Karangasem. Rombongan diterima Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Pandu Prapanca Lagosa. Dalam pertemuan itu, Wagub Johni mengatakan, pihaknya sengaja mengunjungi Karangasem, karena mendapat informasi ada oknum warga NTT yang melakukan perbuatan yang melanggar aturan di sini.

“Selaku pemerintah daerah dan masyarakat NTT, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali, masyarakat Karangasem, para tokoh adat, tokoh masyarakat atas sikap, perilaku, tutur kata anak-anak NTT yang ada di sini, yang telah mengganggu ketenangan, ketenteraman, kedamaian dan produktivitas jalannya kehidupan sosial bermasyarakat dan pembangunan di Karangasem,” jelas Wakil Gubernur NTT.

Wabup I Wayan Pandu Prapanca Lagosa juga berharap agar semua persoalan gesekan sosial yang terjadi bisa dipulihkan kembali. Secara khusus, dia juga menyampaikan apresiasi kepada Wagub NTT yang bisa hadir di daerahnya untuk langsung menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kami selalu menerima saudara-saudara dari luar Bali dengan tangan terbuka. Khusus suadara-saudara kami dari NTT sudah sejak lama mereka juga bekerja di sini di beberapa sektor pembangunan dan tentu berkontribusi. Ada beberapa persoalan, tapi kami juga berharap bersama Pemerintah Daerah NTT agar kita sama-sama bisa cari jalan keluarnya,” jelasnya.(den)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan