
--- Orientasi PPPK Diikuti 200 Peserta
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Aparatur Sipil Negara (ASN) tak hanya dituntut memiliki kompetensi, kreatif dan bekerja profesional. Lebih dari itu, para abdi negara harus menjunjung loyalitas, mengendepankan nilai kejujuran dan etika. Atas dasar itulah, ASN perlu pembekalan. Terbaru, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar orientasi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Sesuai skedul, orientasi berlangsung selama empat hari mulai 4 hingga 7 Maret 2025. Sebanyak 200 peserta dari empat angkatan mengikuti masa pembekalan ini. Yakni angkatan XXVII, XXVIII, XXIX, dan XXX yang berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Pemprov Sultra.
Wakil Gubernur (Wagub) Sultra Hugua menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya memperkenalkan nilai dan etika bagi PPPK yang akan mengemban tugas sebagai aparatur sipil negara. "
Nilai-nilai kejujuran, integritas dan etika harus ditanamkan. Oleh karena itu, sangatlah tepat jika kita memulai orientasi ini di bulan yang mulia ini, dengan harapan dapat menanamkan nilai-nilai tersebut dalam setiap langkah kita sebagai abdi negara," ujar Wagub saat membuka orientasi PPPK di Hotel Kubra kemarin
Hugua mengapresiasi BPSDM Sultra yang telah bekerja keras memfasilitasi penyelenggaraan orientasi ini. Ia menegaskan pelaksanaan orientasi bagi PPPK sejalan dengan amanat Undang- Undang (UU) nomor 5 tahun 2014 yang telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
"PPPK merupakan bagian dari ASN yang telah memenuhi syarat dan diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk waktu tertentu. Mereka memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan," kata mantan Bupati Wakatobi itu.
Orientasi ini kata Wagub, menjadi langkah awal dalam mempercepat proses penyesuaian diri bagi PPPK, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara nomor 15 tahun 2020.
"Orientasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bekal penting bagi PPPK dalam menjalankan tugas dengan profesionalisme, integritas, dan dedikasi tinggi. ASN harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan jabatan, serta menerapkan core value ASN ‘BerAKHLAK’ yang berorientasi pada pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, harmonisasi, loyalitas, adaptasi, dan kolaborasi," tegasnya.
Selain itu, dalam orientasi ini juga dibahas isu-isu strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah pada tahun 2025, seperti penguatan ideologi Pancasila, sistem pertahanan dan keamanan negara, serta upaya mewujudkan kemandirian bangsa dalam bidang pangan, energi, dan ekonomi digital.
"Sebagai pegawai pemerintah, kita harus siap berkontribusi dalam mewujudkan visi dan misi nasional ini. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai yang kita bahas dalam orientasi ini, kita dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah," pungkasnya.
Kepala BPSDM Sultra, Syahrudin Nurdin menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh Wakil Gubernur dalam kegiatan ini. Ia menegaskan orientasi PPPK ini memiliki dasar hukum yang kuat, antara lain UU nomor 20 tahun 2023, Peraturan Pemerintah (PP) nomor 49 tahun 2018 tentang manajemen PPPK, serta berbagai regulasi lain yang mengatur pengembangan kompetensi ASN.
"Tujuan utama pelaksanaan orientasi ini adalah untuk meningkatkan kompetensi PPPK melalui tambahan wawasan dan pengetahuan strategis maupun praktis. Dengan demikian, mereka dapat menjalankan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan masyarakat," jelas Syahrudin.
Ia menjabarkan kurikulum orientasi ini terdiri dari dua agenda utama. Pertama, ceramah kebijakan pengembangan sumber daya aparatur serta materi substansi lainnya. Kedua, pembelajaran yang mencakup pengenalan struktur organisasi, tata kerja, jabatan, manajemen kinerja organisasi, serta penerapan tugas dan fungsi ASN di tempat kerja. (b/rah)