UHO Terima Evaluasi dan Rekomendasi dari Tim Asesor Internasional ASIIN

1 month ago 37

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Saat Penutupan Akreditasi Internasional, Universitas Halu Oleo (UHO) menerima evaluasi dan rekomendasi dari tim asesor Akreditasi Internasional ASIIN atau Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Senat, Gedung Rektorat Lantai 4, dan dihadiri oleh berbagai pimpinan universitas, termasuk Ketua Senat, Wakil Rektor, Dekan/Direktur, Ketua Lembaga, serta kepala unit di lingkungan UHO.

Selain itu, para Ketua Program Studi yang menjalani visitasi, seperti Agribisnis, Agroteknologi, Peternakan, Budidaya Perairan, dan Ilmu Kelautan, juga turut hadir.

Tim asesor ASIIN yang melakukan visitasi terdiri dari enam pakar internasional dan nasional, antara lain Dr. Sonja Kleinertz dari University of Rostock, Dr. Angela Schwarzer dari Ludwig Maximilian University of Munich, Dr. Rara Diantari dari Universitas Lampung, Dr. Slamet Widodo dari IPB, serta Robi Agustiar yang menjabat sebagai Ketua Indonesian Animal Science Society dan Sekretaris Jenderal Indonesian Cattle and Buffalo Farmers Association. Juga hadir Anggi, mahasiswa dari Universitas Hasanuddin, serta Sascha Warnke, MA., Project Manager dari ASIIN.

Dalam sambutannya, Dr. Sonja Kleinertz menyampaikan kesan dan evaluasi hasil visitasi yang telah dilakukan selama beberapa hari di UHO. Ia menyoroti sejumlah aspek positif, seperti penerapan konsep Green Campus yang baik, kebersihan lingkungan, dan suasana akademik yang kondusif. Menurutnya, implementasi Green Campus mencerminkan komitmen UHO dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkelanjutan, berdampak positif bagi mahasiswa dan komunitas sekitar. “Kesadaran tinggi terhadap kebersihan menunjukkan disiplin dan kepedulian civitas akademika terhadap lingkungan kampus yang sehat dan nyaman,” ujarnya.

Selain faktor lingkungan, Dr. Sonja juga mengapresiasi suasana akademik yang mendukung interaksi positif antara mahasiswa dan dosen, menciptakan atmosfer belajar yang dinamis. Kerja sama erat antara UHO dengan industri dan pemerintah juga dinilai sebagai keunggulan yang memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktis. Program kemitraan yang terjalin memungkinkan mahasiswa memperoleh wawasan dari praktisi, meningkatkan keterampilan, serta memperluas jejaring profesional sejak dini. “Kolaborasi ini menjadi indikator penting dalam memastikan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri,” katanya.

Namun, tim asesor juga memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan standar akademik di UHO. Salah satu catatan penting adalah perlunya peningkatan fasilitas pendukung perkuliahan, termasuk aspek keselamatan yang memenuhi standar internasional. Penguatan infrastruktur ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi mahasiswa dan dosen, serta mendukung pembelajaran berbasis praktik secara optimal. Hal ini diharapkan dapat memperkuat daya saing universitas di tingkat global dan memberikan pengalaman akademik yang lebih berkualitas bagi mahasiswa.

Tim asesor yang berasal dari Jerman ini, juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap struktur kurikulum yang berdampak pada lama studi mahasiswa. Penyesuaian durasi studi dapat menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing UHO di tingkat internasional, memberikan pilihan lebih fleksibel bagi mahasiswa, serta mempercepat lulusan memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Dr. Sonja menekankan pentingnya pembaharuan kurikulum di program studi yang divisitasi agar lebih mengakomodasi kebutuhan mahasiswa internasional. Kurikulum yang fleksibel dan berorientasi global diharapkan dapat meningkatkan daya tarik UHO bagi mahasiswa asing serta memperkuat aspek internasionalisasi dalam akademik. Salah satu langkah yang direkomendasikan adalah penyesuaian mata kuliah dengan standar internasional dan peningkatan jumlah program yang disampaikan dalam bahasa Inggris, sehingga mahasiswa internasional dapat lebih mudah beradaptasi.

“Kemampuan berbahasa Inggris dosen dan mahasiswa juga menjadi perhatian utama. Peningkatan keterampilan bahasa Inggris tidak hanya mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, tetapi juga memperluas peluang kolaborasi internasional bagi UHO. Dalam konteks akademik global, penguasaan bahasa Inggris menjadi kunci akses terhadap literatur ilmiah terbaru, publikasi di jurnal bereputasi, serta keterlibatan dalam seminar dan konferensi internasional,” ungkapnya.

Oleh karena itu, UHO diharapkan dapat menyediakan program pelatihan bahasa Inggris yang lebih intensif dan berkelanjutan bagi dosen dan mahasiswa, mencakup kursus bahasa berbasis akademik, lokakarya penulisan ilmiah dalam bahasa Inggris, serta pendampingan bagi dosen dalam publikasi internasional. Integrasi penggunaan bahasa Inggris dalam berbagai aspek pembelajaran juga direkomendasikan agar mahasiswa terbiasa dengan lingkungan akademik global.

Sascha Warnke, Project Manager dari ASIIN, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan upaya UHO dalam memperoleh pengakuan internasional bagi beberapa program studi. UHO dinilai telah memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal untuk memenuhi standar akreditasi internasional. Kehadiran asesor ASIIN selama tiga hari dalam visitasi lapangan menjadi bukti keseriusan universitas dalam meningkatkan mutu akademiknya.

Rektor UHO, Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, S.Si., M.Si., M.Sc., menyampaikan apresiasi kepada tim asesor atas masukan dan rekomendasi yang diberikan. UHO akan menindaklanjuti setiap rekomendasi guna memperkuat standar akademik dan meningkatkan kualitas pendidikan. “Komitmen ini sejalan dengan visi UHO untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ucapnya.

Ketua KAGAMA Sultra ini, juga menyampaikan bahwa hasil visitasi ini menjadi bahan evaluasi berharga bagi UHO dalam merumuskan kebijakan strategis ke depan. Implementasi rekomendasi akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak terkait. “Dengan sinergi yang kuat, UHO optimis dapat memenuhi standar internasional dan meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja global,” tuturnya.

Closing Meeting ini menandai berakhirnya rangkaian visitasi ASIIN di UHO. Hasil evaluasi dari tim asesor akan menjadi acuan penting bagi universitas dalam meningkatkan mutu akademik dan persiapan menuju akreditasi internasional yang lebih tinggi. Dengan komitmen untuk terus berkembang, UHO optimis dapat mencapai standar pendidikan yang semakin kompetitif di kancah global.

Dengan selesainya tahap visitasi ini, UHO kini menunggu hasil resmi dari ASIIN yang akan menjadi penentu dalam proses akreditasi internasional, khususnya bagi lima program studi yang menjadi sasaran visitasi. Keberhasilan dalam memperoleh akreditasi ini akan semakin memperkuat posisi UHO sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing internasional. (rls/win)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan