
-- Emban Lima Tugas Prioritas
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Lima tahun nonjob, Rony Yakob akhir kembali mendapat kepercayaan. Sebelum mengakhiri masa jabatannya, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andap Budhi Revianto memberi amanah kepala mantan Kepala Biro Layanan Pengadaan (BLP) menduduki jabatan eselon II. Di jabatan barunya, Rony Yakob dipercaya memimpin Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra.
Pengangkatan Rony Yakob tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Sultra nomor 100.3.3.1/49 tahun 2025. Putusan ini berisi tentang pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.
Pj Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto mengatakan mutasi dan rotasi jabatan dalam organisasi birokrasi adalah hal biasa. Pelantikan ini bagian dari upaya memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik.
Mantan Kapolda Sultra ini berharap Rony Yakob dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab serta mendorong kemajuan sektor industri dan perdagangan di Bumi Anoa.
"Semoga bisa segera menyesuaikan diri dengan tugasnya. Lahirkan inovasi baru serta rancang kebijakan strategis guna mendorong pertumbuhan industri dan perdagangan di Sultra," pesan Andap saat memberi pengarahan pada seremoni pelantikan di kantor Sekretariat Provinsi (Setprov) Sultra kemarin.
Jenderal Bintang Tiga itu meminta kepada Kadisperindag definitif agar fokus pada lima aspek utama untuk meningkatkan sektor industri dan perdagangan di Sultra. Pertama, mempercepat transformasi digital dalam proses perizinan dan pelayanan kepada masyarakat agar lebih transparan serta meminimalisir potensi penyimpangan.
Kedua, memperkuat program pemberdayaan untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memfasilitasi akses bagi produk lokal. Ketiga, meningkatkan pengawasan terhadap pelaku usaha guna mencegah praktik yang merugikan konsumen, seperti peredaran barang ilegal atau produk yang tidak memenuhi standar kualitas.
"Keempat, mengembangkan platform pemasaran digital guna mendukung produk daerah agar lebih dikenal melalui e-commerce dan strategi pemasaran digital yang tepat sasaran. Kelima, mendorong industri menerapkan prinsip ekonomi sirkular sehingga limbah dan produk yang tidak terpakai dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali," paparnya.
Kepala Disperindag Sultra Rony Yakob mengaku siap mengemban aman. Sesuai arahan, lima poin prioritas yang akan segera dilakukan pasca dirinya menjadi Kadis diantaranya segera melakukan transparansi digital dan fokus pada program pemberdayaan.
"Kami akan memanfaatkan aplikasi digital untuk memantau dan mengatur harga barang di pasaran. Dengan adanya transformasi digital, proses pengawasan pasar akan lebih efisien dan efektif," ujarnya.
Di sisi lain, pihaknya akan lebih fokus pada pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), yang dinilai dapat menjadi solusi dalam menghadapi krisis global. "UKM sudah terbukti mampu bertahan dan menghalau dampak dari krisis global. Kami akan memberikan berbagai bantuan untuk membantu mempertahankan usahanya," jelasnya.
Rony menyinggung penerapan teori Electronic Government, yang merujuk pada penggunaan teknologi dalam mengelola pemerintahan dan pelayanan publik. Menurutnya, konsep ini adalah bagian dari upaya besar untuk menghadapi era yang semakin destruktif dan penuh tantangan, terutama dalam hal pemantauan dan pengendalian pasar.
"Dengan langkah-langkah tersebut, Disperindag Sultra berkomitmen untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat dipenuhi dengan harga yang wajar, sekaligus mendukung perkembangan UKM di tengah tantangan ekonomi global," pungkasnya. (b/rah)