
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Ridwan Badallah, berkomitmen mendukung dan menyukseskan program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Andi Sumangerukka (ASR) dan Hugua. Ini merupakan bagian dari upaya sinkronisasi program pengembangan infrastruktur komunikasi dan informasi di Sultra
Ridwan Badallah mengungkapkan selama 5 tahun terakhir masa jabatannya sebagai Kadis Kominfo merupakan waktu yang cukup lama dalam karier pemerintahan. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Sultra sebelumnya, Ali Mazi dan Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengemban tugas ini.
"Dalam kurun waktu 5 tahun, kami berusaha menjalankan tugas Dinas Kominfo Sultra sebagai corong pemerintah daerah. Tantangan tentu ada, terutama terkait anggaran yang relatif kecil dibandingkan daerah lain. Namun, dengan semangat dan inovasi, kami tetap mampu mencatat berbagai prestasi," ujar Ridwan Badallah saat diskusi dalam podcast Kendari Pos yang dipandu Wakil Direktur Kendari Pos, Awal Nurjadin, baru-baru ini.

Ridwan Badallah menyebut capaian yang diraih lembaga yang dipimpinya. Dinas Kominfo Sultra berhasil meraih penghargaan juara 1 se-Indonesia di ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN serta beberapa penghargaan lainnya, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Menurut Ridwan Badallah, sebelum memimpin Dinas Kominfo, dinas itu hanya berfokus pada publikasi informasi. Namun, di bawah kepemimpinannya, berbagai terobosan berbasis elektronik telah diterapkan guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik.
"Sekarang Dinas Kominfo tidak hanya berkutat pada publikasi, tetapi juga sudah mengembangkan sistem berbasis elektronik secara terpusat. Ini menjadi langkah besar dalam digitalisasi layanan pemerintahan di Sulawesi Tenggara," jelas Ridwan Badallah.
Penjabat (Pj) Bupati Buton Selatan (Busel) itu menjelaskan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi selama 5 tahun terakhir adalah manajemen kepemimpinan. Ridwan mengaku telah berusaha sebaik mungkin untuk menjaga stabilitas internal agar tetap kondusif.
"Alhamdulillah, hingga saat ini semuanya masih berjalan aman dan terkendali. Ini bukan perkara mudah, tetapi dengan sinergi yang baik antara pimpinan dan seluruh elemen yang ada, kami bisa tetap solid," papar Ridwan.
Menyambut kepemimpinan baru di Sultra, Ridwan memastikan bahwa Kominfo akan berperan aktif dalam menyukseskan program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2025-2030, ASR-Hugua. Ia menyebut bahwa peran Kominfo sebagai penyebar informasi kebijakan pemerintah sangat krusial dalam memastikan program-program baru dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
"Sebagai corong informasi pemerintah, kami akan terus berupaya memberikan dukungan maksimal untuk menyukseskan program gubernur dan wakil gubernur terpilih. Kami juga mendorong pengembangan sistem satu data agar lebih optimal, sehingga informasi bisa lebih akurat dan terintegrasi," tutur Ridwan.
Selain itu, ia memandang pentingnya kebijakan daerah dalam pengawasan Base Transceiver Station (BTS) untuk memastikan infrastruktur telekomunikasi dapat berkembang secara optimal di Sultra.
"Saya sudah lama menyampaikan bahwa harus ada kebijakan daerah yang lebih kuat dalam pengawasan BTS agar pemanfaatannya bisa lebih maksimal dan tidak hanya berpusat di wilayah tertentu," tegas Ridwdan.
Dengan berbagai tantangan yang ada, Ridwan tetap optimistis bahwa di bawah kepemimpinan baru, Kominfo Sultra akan terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya dalam bidang komunikasi dan informatika.
"Tentu inovasi akan terus kami lakukan untuk mensukseskan program pimpinan 100 hari kerja gubernur terpilih"pungkasnya. (rah/b)