
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Tidak semua hubungan membawa kebahagiaan. Terkadang, cinta bisa menyamar menjadi jebakan yang melelahkan mental dan emosi. Inilah yang disebut toxic relationship sebuah hubungan yang lebih sering menyakiti daripada menguatkan, lebih banyak menguras daripada mengisi.
Sayangnya, banyak orang masih bertahan di dalam hubungan beracun dengan alasan cinta, takut sendiri, atau merasa tidak punya pilihan. Padahal, mengakhiri hubungan yang menyakitkan adalah bentuk tertinggi dari mencintai diri sendiri.
Apa Itu Toxic Relationship?
Toxic relationship adalah hubungan yang secara terus-menerus mengikis kesejahteraan emosional, mental, bahkan fisik seseorang. Tidak hanya dalam hubungan romantis, hubungan beracun bisa muncul dalam lingkungan kerja, pertemanan, bahkan keluarga.
Tanda-tanda umum dari hubungan beracun antara lain:
- Rasa cemas, tertekan, atau tidak dihargai
- Sering dimanipulasi atau disalahkan
- Tidak adanya rasa aman dalam berbicara jujur
- Kekerasan verbal, emosional, atau fisik
"Kalau setiap kali kamu selesai bertemu seseorang dan pulang dengan perasaan lelah, marah, atau hampa itu bukan cinta, itu racun," ujar Psikolog Klinis, Anisa M., M.Psi.
5 Jenis Toxic Relationship yang Harus Diwaspadai
- Hubungan Penuh Negativitas
Selalu dikritik, dibandingkan, atau direndahkan. Energi negatif menyelimuti interaksi. - Kurang Kesadaran Diri
Pihak yang tidak peka, tidak mau introspeksi, dan cenderung menyalahkan orang lain. - Manipulasi dan Kekejaman Sengaja
Pasangan atau teman yang suka mengontrol, menjatuhkan, dan memainkan emosi. - Selingkuh Berulang Tanpa Penyesalan
Ketidaksetiaan yang berulang kali, tanpa komitmen untuk berubah. - Kekerasan Fisik dan Psikologis
Baik secara verbal, fisik, maupun pelecehan dalam bentuk apa pun.
Cara Mengatasi dan Mencegah Terjebak dalam Toxic Relationship
Keluar dari hubungan toxic memang tidak mudah. Tapi bukan berarti tidak mungkin. Berikut beberapa langkah penting cara mengatasi dan mencegah terjebak dalam toxic relationship yang dilansir dari halodoc, diantaranya::
1. Bangun Support System
Cari teman, keluarga, atau komunitas yang bisa mendukungmu. Ingat, kamu tidak harus melewati ini sendirian.
2. Latih Self-Love dan Mindfulness
Mencintai diri sendiri berarti tidak membiarkan diri terus disakiti. Kenali kebutuhan dan batasanmu.
3. Tulis Jurnal dan Rencana Hidup
Mencatat perasaan dapat membantumu memahami pola hubungan dan menetapkan arah masa depan.
4. Putuskan Kontak Jika Perlu
Apalagi jika sudah mengarah ke kekerasan. Kamu berhak memilih aman, bahkan jika itu berarti harus menjauh sepenuhnya.
5. Dapatkan Bantuan Profesional
Jangan ragu untuk menemui psikolog atau konselor. Ini bukan tanda kelemahan, tapi langkah berani untuk sembuh.
Akhiri Bukan Berarti Gagal
Mengakhiri hubungan beracun bukanlah kegagalan. Justru itu bentuk keberhasilan mencintai diri sendiri dan memberi ruang bagi kebahagiaan yang layak kamu terima.(*)