
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Terlahir dari keluarga petani yang hidup sederhana membentuk karakter Prof.Dr.La Hamimu, S.Si., M.T. Ia terdidik dalam kehidupan mandiri. Kendati kini menjabat Wakil Rektor I Universitas Halu Oleo (UHO), Prof.La Hamimu tetap tampil bersahaja. Kariernya dibangun dari nol atas ikhtiar yang penuh tantangan dan kerja keras. Dr.La Hamimu menyadari ia bukanlah pewaris tapi perintis masa depannya. Berangkat dari kondisi itu, Prof.La Hamimu muda terus belajar, dan meningkatkan prestasi akademiknya saat menempuh pendidikan strata satu (S1) di UHO.
Saat belia, Prof.La Hamimu tak berani bermimpi mulukmuluk, mengingat kondisi ekonomi orang tuanya yang terbatas dan harus menghidupi 10 anak. Namun Prof. La Hamimu salut pada orang tuanya, yang ingin anakanaknya tetap mengenyam dunia pendidikan.
“Pendidikan adalah prioritas utama orang tua. Kami bersekolah karena melihat orang lain juga bersekolah, jadi kami hanya ikut-ikutan. Saat itu, kami hanya sekolah saja, dan tidak berpikir soal cita-cita,” ujarnya kepada Kendari Pos, Senin (24/2/2025).

Setamat SMP, Prof.La Hamimu ingin menjadi guru. Baginya, guru adalah profesi mulia. Awalnya, ia ingin masuk Sekolah Pendidikan Guru (SPG), namun tidak beruntung karena tidak memenuhi syarat tinggi badan 160 cm.
“Saya ingin masuk SPG karena menjadi guru di kampung adalah profesi yang bergengsi. Namun, saya tidak memenuhi syarat tinggi badan minimal 160 cm, meskipun secara akademik, nilai saya cukup baik saat lulus SMP. Karena itu, saya akhirnya memilih melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Baubau,” kisah Prof.La Hamimu.
Pada masa SMA, belum terbersit tentang masa depan dalam benak Dr.La Hamimu. “Beberapa teman saya mengatakan saya cocok menjadi seorang saintis, tetapi saat itu saya sendiri belum terpikir ke arah sana. Namun, takdir membawa saya ke jalur itu. Saya melanjutkan kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo,” ungkapnya.

Selepas SMA, Prof.La Hamimu melanjutkan pendidikan ke FKIP Universitas Halu Oleo, mengambil jurusan Pendidikan Fisika. Namun, takdir membawanya ke jalur yang lebih luas. Setelah satu semester, ia mendapatkan kesempatan belajar ke Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program cangkok akademik untuk mendukung pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) di UHO. (sri/b)