
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Konflik agraria antara pihak perusahaan dan warga kembali terjadi di Konawe Selatan (Konsel). Kali ini PT Marketindo Selaras (MS) yang berada di Desa Lamooso, Kecamatan Angata, terlibat sengketa dengan penduduk setempat. Perusahaan yang bergerak pada sektor perkebunan itu dituding warga telah melakukan penyerobotan lahan mereka.
Sugi, perwakilan masyarakat yang melakukan protes karena lahannya diserobot, mengatakan, PT MS diduga melakukan aksi serupa pada sejumlah desa di Angata. Seperti Desa Motaha, Lamoen, Puusanggula, Puao, Sandey, Sandarsi Jaya dan Puuroe.
"Dari pagi mereka menyerobot lahan masyarakat, bahkan mereka menggunakan preman. Jadi masyarakat tidak berdaya, kami bingung mau mengadu sama siapa. Pihak Polsek dan Pemkab belum ada tindakan," ungkapnya, Sabtu (18/1). Ia menyebut, masyarakat telah lama berkebun di lahan tersebut, bahkan sudah turun temurun.
Pihaknya juga mengakui, memang sebelumnya ada perusahaan PT Sumber Madu Bukhari, namun telah dinyatakan pailit. "Kemudian pasca itu dan seringnya terjadi konflik antara masyarakat dan PT Marketindo Selaras, kemudian di mediasi oleh Pemkab Konsel. Masyarakat kemudian diakui sebagai pemilik lahan," versinya. Untuk itu warga meminta pihak berwenang memberikan tindakan tegas kepada pihak PT Marketindo Selaras dan tidak membiarkan konflik tersebut berlarut-larut. "Apalagi perusahaan telah menggunakan sekelompok preman untuk mengambil paksa lahan kami," tuding Sugi.
Sementara itu Humas PT Marketindo Selaras, Sartin, membantah hal tersebut. "Tidak benar. Sudah dari dua tahun lalu diminta kosongkan dan masyarakat yang mengklaim lahan perusahaan itu dari luar, bukan warga Angata," katanya. Ia menjelaskan, sebelum pailit, PT Sumber Madu Bukhari diakuisisi PT Bina Muda Perkasa dan berganti nama menjadi PT Marketindo Selaras.
"Sudah dibebaskan lahannya sejak masih PT Sumber Madu Bukhari," tambah Sartin. Pihaknya juga membantah telah menggunakan preman. "Bukan preman tapi karyawan," pungkasnya. Sementara itu Kapolsek Angata, Ipda Andi Asrudin Muchtar Pombili, membenarkan, yang terlibat konflik adalah antara masyarakat dan karyawan PT Marketindo Selaras.
"Untuk saat ini sudah aman dan kondusif, tetapi masih ada beberapa warga yang melakukan aktivitas di dalam. Pihak perusahaan sudah menghentikan sementara aktivitas penggusuran," jelasnya, kemarin. (b/ndi)