
-- Ramadan Ajang Perbanyak Ibadah
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Ramadan tinggal menghitung hari. Bulan kesembilan dalam kalender Hijriah ini begitu istimewa. Tak hanya menjadi pertaruhan iman menahan hawa nafsu menunaikan ibadah puasa, namun juga bulan penuh rahmat, ampunan dan keberkahan. Setiap ibadah yang dikerjakan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
Sebagai insan bertakwa, umat Islam mulai mempersiapkan diri. Puasa sebulan penuh perlu mempersiapkan mental, rohani dan fisik. Sebab Ramadan memiliki banyak keutamaan. Antara lain bulan diturunkannya Al-Qur’an, malam Lailatul Qadar, doa yang dikabulkan, pintu surga dibuka hingga pengampunan dosa.
Rabu (26/2), Kendari Pos kedatangan tamu istimewa. Beliau adalah Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tenggara (Sultra) KH. Muslim. Kedatangannya ke Graha Pena memenuhi undangan tim Podcast Kendari Pos Channel. Tokoh sentral pengurus Nahdatul Ulama (NU) Sultra ini didaulut menjadi narasumber pada edisi podcast kali ini.
Pada podcast yang dipandu Wakil Direktur (Wadir) Kendari Pos Awal Nurjadin, KH Muslim memaparkan keunggulan bulan Ramadan. Dengan segala keutamaannya, ia mengajak seluruh umat Islam menyambut bulan Ramadan dengan penuh kegembiraan dan kesiapan fisik serta mental.

“Pentingnya persiapan rohani dan jasmani untuk menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. Tahrib Ramadan, atau menyambut Ramadan, harus dilakukan dengan lapang dada dan semangat tinggi,” ujar KH. Muslim pada Podcast Kendari Pos Channel di Graha Pena, Rabu (26/2).
Kegembiraan dalam menyambut Ramadan lanjut KH Muslim, berbeda-beda di setiap individu, namun semangat menyambut bulan suci ini adalah hal yang utama. Untuk itulah, perbedaan metode penentuan awal Ramadan antara hisab dan rukyatul hilal, yang seringkali menimbulkan perbedaan pendapat di masyarakat.
“Perbedaan hisab dan rukyat hanya soal perbedaan jam, bukan perbedaan nilai sah puasa. Jangan dipermasalahkan perbedaan nisab, yang penting kita satukan tekad untuk memulai puasa bersama di tanggal 1 Ramadan,” jelasnya.
Pria kelahiran Enrekang Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menjelaskan perbedaan waktu pelaksanaan ibadah puasa di berbagai wilayah Indonesia, yang disebabkan oleh perbedaan waktu azan. Ia menekankan perbedaan ini bukanlah suatu masalah, melainkan memiliki hikmah tersendiri.
“Perbedaan waktu azan di Indonesia Timur, Tengah, dan Barat menunjukkan adanya keberkahan dalam perbedaan itu sendiri. Insya Allah, tanggal 28 Februari 2025, akan dilakukan rukyat hilal serentak di beberapa titik di Indonesia. Hasil laporan dari berbagai wilayah akan menjadi dasar sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan,” terang KH Muslim.
Banyak hal menarik yang dipaparkan Wakil Ketua MUI Sultra KH Muslim. Bagi pembaca yang ingin melihat secara utuh, ada baiknya menonton langsung melalui kanal YouTube Kendari Pos Channel. Atau bisa juga melalui terbitan Kendari Pos hari ini dan jejaring media online Kendari Pos. (c/ags/mal)

