
-- Nakertrans Tindak Lanjuti Kecelakaan Kerja di Galangan Kapal PT Sumber Mandiri Shipyard
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) turun langsung menindaklanjuti kecelakaan kerja yang terjadi pada galangan kapal PT. Sumber Mandiri Shipyard di Lapuko, Kecamatan Moramo. Kepala Dinas Nakertrans Konsel, Erna Yustiana, memastikan penanganan yang dilakukan pihak perusahaan terhadap para korban.
"Saya mengunjungi langsung ke lokasi peristiwa untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab kecelakaan kerja yang menimpa lima karyawan, serta memastikan keseriusan perusahaan dalam bertanggung jawab penuh terhadap para korban sesuai ketentuan perundang-undangan," tegas Erna, Selasa (11/2).
Selain meninjau lokasi kejadian, pihaknya menjenguk para korban yang saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Kendari. Dari lima korban, empat di antaranya masih dalam perawatan serius, sementara satu korban luka ringan, telah membaik. "Kami akan terus memantau kondisi para korban dan memastikan mereka mendapatkan hak serta penanganan yang sesuai," tambah Erna.
Sekadar diketahui, kecelakaan kerja tersebut terjadi pada pukul 10.48 Wita, Minggu (9/2) lalu, melibatkan tiga pekerja subkontraktor serta dua kru kapal yang tengah bekerja pada sebuah kapal tugboat yang sedang docking. Insiden diduga disebabkan oleh percikan api dari ruang mesin yang kemudian memicu ledakan.
"Pihak PT. Sumber Mandiri Shipyard telah menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas perawatan korban serta memastikan hak-hak mereka sebagai karyawan terpenuhi sesuai peraturan yang berlaku," pungkas Erna.

Para korban itu adalah MAR (28), D (28), G (54), MNFFHA (20) dan ANR (29) mengalami luka bakar akibat insiden tersebut. Kapolsek Moramo, Ipda Fakhmi Sumadi, dalam keterangannya menyebutkan, kecelakaan terjadi saat para pekerja tengah melakukan perbaikan pada bagian mesin kapal. "Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, ledakan terjadi dua kali. Ledakan pertama berukuran kecil, kemudian ledakan kedua yang lebih besar disertai api, mengakibatkan para pekerja terpental," ungkap Fakhmi Sumadi, sebelumnya.
Diketahui, saat itu petugas pengawas sedang menyaksikan pekerjaan pengelasan. Ledakan pertama, kecil. Tak lama kemudian, ledakan kedua terjadi dengan lebih besar dan mengeluarkan api. Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan oleh pihak Satreskrim Polres Konawe Selatan.
Musibah ledakan yang terjadi di galangan kapal PT Sumber Mandiri Shipyard tersebut juga mendapat perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kepala DLH Konsel, Hasran Parenda, menyatakan pihaknya akan melakukan pendalaman terkait musibah tersebut. Tim DLH akan diturunkan untuk memeriksa lebih lanjut, termasuk mengevaluasi izin lingkungan perusahaan tersebut. "Melihat izin lingkungannya, nanti saya turunkan tim," ujarnya. (b/ndi)