
KENDARIPOS.FAJAR.ID--Rasanya menyegarkan, bikin semangat, dan jadi teman setia saat bekerja atau bersantai. Ya, minuman dan makanan manis memang punya tempat istimewa di hati banyak orang. Namun di balik kenikmatannya, tersembunyi risiko kesehatan yang tak bisa diabaikan. Dari obesitas hingga kanker, terlalu banyak gula bisa menjadi pemicu berbagai penyakit serius.
Apa yang Membuat Rasa Manis Begitu “Berbahaya”?
Sumber rasa manis bukan cuma dari gula putih yang biasa kita pakai di dapur. Ada juga brown sugar, madu, sirup jagung, bahkan gula rafinasi yang kerap ditemukan di minuman kekinian. Padahal, tubuh kita hanya butuh sekitar 54 gram gula per hari—itu pun sudah termasuk dari buah-buahan, susu, dan sumber alami lainnya.
Masalahnya, kita sering tak sadar kalau konsumsi kita jauh melebihi batas. Segelas boba bisa mengandung lebih dari separuh batas harian. Belum lagi teh manis, roti manis, hingga saus botolan yang tampaknya sepele tapi tinggi kandungan gulanya.
7 Ancaman Kesehatan Akibat Gula Berlebih
Dilansir dari alodokter, berikut beberapa ancaman kesehatan akibat gula berlebih diantaranya:
- Obesitas yang Diam-diam Menyusup
Gula meningkatkan nafsu makan dan memperlambat metabolisme. Hasilnya? Lemak menumpuk, berat badan naik, dan tubuh jadi kurang bertenaga. - Diabetes Tak Lagi Sekadar Penyakit Orang Tua
Anak muda pun kini rentan terkena diabetes tipe 2, terutama karena konsumsi gula berlebih yang menyebabkan resistensi insulin. - Jantung Tak Kuat Menahan Gula
Konsumsi manis berlebihan bisa memicu tekanan darah tinggi, kolesterol naik, dan meningkatkan risiko stroke serta serangan jantung. - Wajah Breakout dan Kulit Lebih Cepat Tua
Gula memicu peradangan dan produksi minyak berlebih di kulit. Jerawat muncul, dan garis halus pun makin cepat terlihat. - Risiko Kanker Mengintai dalam Senyap
Hubungan antara obesitas, peradangan kronis, dan insulin tinggi membuka peluang bagi munculnya sel kanker. - Gigi Rontok Perlahan
Sisa gula jadi makanan empuk bagi bakteri mulut. Gigi berlubang pun tak terhindarkan, terutama jika kebersihan mulut tak dijaga. - Depresi yang Terasa Manis di Awal
Gula memang bisa memicu dopamin dan membuat kita merasa senang. Tapi efeknya jangka pendek, dan justru berujung pada kecanduan serta perubahan suasana hati yang drastis.
Lalu, Apa yang Bisa Dilakukan?
Langkah kecil yang konsisten lebih baik daripada perubahan drastis yang sulit bertahan lama. Berikut beberapa tips sederhana yang bisa kamu terapkan:
- Ganti cemilan manis dengan buah segar.
- Kurangi gula di kopi atau teh harianmu.
- Baca label kandungan gula sebelum membeli produk.
- Pilih minuman bebas gula atau rendah kalori.
- Jangan lupa, air putih tetap minuman terbaik.
Manis Tak Selalu Harus dari Gula
Nikmat hidup itu bukan hanya dari rasa di lidah, tapi dari tubuh yang sehat dan energi yang seimbang. Jadi, yuk lebih bijak dalam memilih yang kita konsumsi setiap hari. Kurangi gula, tambah usia, dan maksimalkan kualitas hidup.(*)