Malam Apresiasi Program Global Ready Talent, IMDE Raih Penghargaan

3 weeks ago 24

SHNet, Jakarta-Generasi muda bertalenta global memiliki potensi besar menjadi pemimpin.  Singapura sudah memulainya dengan mengirim anak mudanya ke mancanegara secara sistematis melalui program Global Ready Talent yang dikelola oleh lembaga pemerintahnya bernama Enterprise Singapore, sebuah lembaga di bawah Kementerian Perdagangan & Industri Singapura.

”Kehadiran anak muda Singapura ini memberi imbas yang sangat positif buat kampus kami,” ujar Rektor IMDE (Institut Media Digital Emtek), Totok Amin Soefijanto, Rabu (06/08/2025)

Sesuai namanya, program ini memang membekali mahasiswa yang penjadi peserta untuk merasakan sendiri situasi di luar Singapura.  Enterprise Singapore beroperasi sebagai lembaga untuk mendukung pertumbuhan sektor usaha Singapura, membantu perusahaan lokal berinovasi, berekspansi ke luar negeri, dan mengembangkan kapabilitas mereka.

“Global di sini maksudnya negara tetangga, dan negara tetangga terbesar Singapura adalah Indonesia,” kata Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Mr. Kwok Fook Seng, Rabu (06/08/2025.  Dubes Kwok Fook Seng  memberikan sambutan di acara Malam Apresiasi program Global Ready Talent (GRT)  yang sudah tuntas berjalan selama 12 minggu di Indonesia.

Program GRT yang diselenggarakan oleh Enterprise Singapore ini mengirim sekitar 30 mahasiswa dari enam perguruan tinggi Singapura ke Indonesia.  Enam perguruan tinggi tersebut semuanya berstatus otonom, yaitu National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Singapore Management University (SMU), Singapore University of Technology and Design (SUTD), Singapore Institute of Technology (SIT), and Singapore University of Social Sciences (SUSS).

Status Otonomi yang diberikan kepada universitas tersebut memungkinkan mereka memiliki fleksibilitas lebih besar dalam pengembangan kurikulum dan penelitian.  Dua perguruan tinggi Indonesia yang menjadi tuan rumah atau host program GTR kali ini adalah IPB University sebagai PTN-BH dan IMDE sebagai PTS. Mahasiswa asal Singapura yang bergabung di program ini menjalankan berbagai kegiatan, antara lain magang di Perusahaan yang ada di Jakarta dan sekitarnya, melakukan workshop di Lembaga atau Perusahaan di luar tempat mereka magang, mengunjungi Lokasi-lokasi wisata di pulau Jawa, dan menjalani kehidupan layaknya anak muda Indonesia.

“Keterlibatan IMDE dalam program ini untuk belajar cara Singapura menyiapkan anak mudanya dalam percaturan global,” kata Totok Amin Soefijanto.

Selain IMDE, ada tiga perusahaan dari Emtek Group yang berperan aktif, yaitu Emtek Tbk, EMC Hospital, dan Superbank.  Semangat yang mendasari peran serta Emtek dalam program Global Ready Talent adalah meningkatkan Kerjasama antara Indonesia dan Singapura, serta belajar dari program ini kelak dapat dikembangkan di tanah air dengan dukungan dari pemerintah Indonesia.

Rektor Institut Media Digital Emtek (IMDE), Totok Amin Soefijanto ketika menjelaskan Program Studi yang ada di IMDE dan kaitannya dengan praktik di Group Emtek

Kunjungan ke Kampus IMDE

Mahasiswa peserta GRT sempat berkunjung ke kampus IMDE, sekaligus tur ke studio-studio milik Emtek di Emtek City, termasuk ke Studio 5 yang saat ini menjadi ajang pentas Dangdut Academy 7 (DA-7) pada 4 Juli 2025.  Para mahasiswa Singapura yang belum pernah keluar dari negaranya itupun terkesan sekali dengan paparan IMDE mengenai AI (kecerdasan artifisial) dan kampusnya yang berada di dalam industri entertainmen Indonesia terdepan saat ini.

“Kalau kalian hanya ke Jakarta dan Bali, itu belum Indonesia,” ujar Dubes Kwok.  Dia menyarankan lebih banyak anak muda Singapura untuk berkunjung ke Indonesia, karena magnitude ekonomi Indonesia yang besar di ASEAN dan tingginya dinamika sosial dan politiknya yang seringkali berubah, sehingga sangat unpredictable. Para mahasiswa peserta GRT setuju dan menambahkan bahwa budaya dan bahasa yang beragam di Indonesia, termasuk kulinernya, membuka mata mereka tentang kompleksitas negara bhineka seperti Indonesia.

Selama setegah hari dari siang hingga sore mereka mendapat penjelasan tentang hubungan IMDE dan holding besar Emtek, sistem perkuliahan di IMDE, dan melakukan tour ke beberapa studio yang dimiliki stasiun Indosiar. Dua dosen Prodi Entertaint -Ressa Rizky Mutiara dan Suyadi-juga ikut mempersembahkan performance art di hadapan mahasiswa.

Vice President (VP) Group HR di EMTEK (Elang Mahkota Teknologi), Pieter Andrian ketika
menjelaskan ekosistem bisnis holding Emtek.

Vice President (VP) Group HR di EMTEK (Elang Mahkota Teknologi), Pieter Andrian ketika itu menjelaskan ekosistem bisnis holding Emtek yang sangat beragam mulai dari bidang media, film, entertaint, transportasi udara, kesehatan, perbankan, dan lain-lain, termasuk bidang pendidikan, slaah satunya kampus IMDE.

Pieter Andrian yang juga dosen di IMDE ini mengatakan, kolaborasi antara group Emtek dengan IMDE telah berjalan lama dan sinergis, salah satunya bagaimana mahasiswa IMDE sejak awal sudah diperkenalkan dunia nyata dari industri televisi dan mahasiswa pun menggunakan ruang dan alat yang ada di stasiun TV Indosiar untuk mendukung proses perkuliahan. Begitu juga lini bisnis lainnya, bekerjasama untuk semua program studi yang ada di IMDE.

Sementara itu Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto, Ed.D menyambut gembira kedatangan mahasiswa Singapura ini sehingga bisa saling belajar bagaimana proses perkulihan di IMDE dan juga di Singapura. Tapi karena di belakang ruang pertemuan ada rekaman akademi dangdut, Rektor menyebutkan bahwa musik dangdut merupakan genre musik yang paling banyak penggemarnya di Indonesia.

Totok menjelaskan presentasi dengan judul ‘Algoritma Perubahan’. Presentasi diawali dengan sebuah cerita, yang melibatkan kasus Amelia dan masalah yang terjadi akibat penggunaan algoritma AI. Cerita ini mencakup adanya gejolak ekonomi krisis dan upaya ‘squeeze’ yang dirasakan di Singapura dan Indonesia. Pesan utama dari cerita tersebut adalah tentang bagaimana teknologi AI dapat membantu, tetapi juga dapat menyebabkan hilangnya uang.

Selain itu Totok menyinggung tentang pengalamannya menggunakan AI Gemini, yang memberikan peluang luar biasa. Contoh spesifik adalah saat AI Gemini memberikan ‘waktu yang indah’ kepada pembicara. (sur)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan