Bali Tribune / PEMERIKSAAN - Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan secara ketat terhadap pelaku perjalanan yang masuk Bali pascaIdul Fitri melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.
balitribune.co.id | Negara - Peningkatan signifikan terjadi pada arus masuk Bali melalui jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk terjadi pada Libur panjang Idul Fitri 1446 H. Lonjakan ini terlihat di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. Mayoritas pengguna jasa penyeberangan yang tiba adalah wisatawan domestik yang ingin menikmati keindahan Bali.
PascaIdul Fitri 1446 H, arus kendaraan pribadi terutama mobil dengan pelat luar Bali terus mengalir masuk ke Bali. Arus masuk Bali ini didominasi warga dari berbagai wilayah di pulau Jawa. Para wisatawan domestik ini mengaku memilih waktu libur yang lebih Nyaman. “Arus lalu lintas sudah lebih lancar dan tidak ada kemacetan. Kami berlibur ke Bali bersama keluarga selama tiga hari," ujar Iwan alah seorang wisatawan asal Jakarta.
Begitupula yang disampaikan oleh Hariadi. Wisatawan asal Surabaya ini juga mengaku memilih berlibur setelah Lebaran agar lebih nyaman dan tidak terhambat perayaan Hari Suci Nyepi. Pihaknya berharap dengan situasi lalu lintas yang lebih lengang ini bisa menikmati liburan di pulau dewata bersama keluarga dengan nyaman, "Nyepi kan sudah lewat, jadi bisa lebih leluasa dan tidak mengganggu masyarakat yang merayakan Nyepi," jelasnya.
Data dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang mencatat sudah ada 12.041 kendaraan masuk Bali sejak awal pekan ini terdiri dari 4.260 unit sepeda motor dan 7.781 unit lainnya adalah mobil pribadi. Total penumpang yang masuk ke Bali sejak H+2 Senin (31/4) mencapai 59.567 orang. Sedangkan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Penyebrangan Gilimanuk pada H+3 Lebaran Rabu (2/4) juga masih berlangsung lancar.
Humas ASDP Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Roodhin Firmana mengakui adanya peningkatan arus masuk Bali pasca hari raya Idul Fitri. Pihaknya menyatakan lonjakan ini masih dalam tahap wajar dan diperkirakan belum memasuki fase arus balik. "Memang ada peningkatan arus masuk ke Bali, tetapi belum terlalu signifikan. Kemungkinan besar wisatawan masih dalam masa liburan dan belum kembali ke daerah asalnya," ungkapnya.
Sementara itu pasca arus mudik yang telah berlangsung sebelum Idul Fitri, pihak kepolisian kini telah mengantisipasi arus balik Lebaran. Polres Jembrana memperketat pengamanan di Pos II Pengamanan Pintu Keluar Pelabuhan Gilimanuk. Personel kepolisian yang terlibat dalam operasi Operasi Ketupat Agung 2025 melakukan pemeriksaan terhadap penumpang, dokumen kelengkapan berkendara, barang bawaan serta kendaraan yang masuk ke Bali.
Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengamanan di pintu masuk Bali di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. Langkah ini menurutnya untuk mencegah masuknya barang terlarang ke wilayah Bali. "Kami berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Pemeriksaan tetap dilakukan secara ketat namun tetap dengan pendekatan humanis," ungkapnya.
Selain pemeriksaan rutin, pihaknya juga berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti TNI, Dinas Perhubungan, dan ASDP, guna memastikan kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan para penumpang. “Dengan pengamanan yang diperketat harapkannya arus balik Lebaran 2025 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib, tanpa adanya gangguan yang dapat membahayakan masyarakat serta ketertiban umum,” tandasnya.