Ladang Pengabdian dan Pembuktian

1 month ago 26
Dr. Herman, SH., LL.M., bersama istri, Ir. Hariani Parawansa.

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Dekan Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (FH UHO) kini tersemat di pundak Dr. Herman, S.H., LL.M. Meniti karier sebagai dosen biasa, Dr. Herman menanamkan prinsip profesionalisme. Bagi Dr. Herman, tugas akademisi sebagai ladang pengabdian dan pembuktian diri. Awal meniti karier sebagai dosen biasa tahun 2002 di UHO, banyak pihak yang meragukan kemampuan Dr.Herman. Sebab, ia lulusan universitas swasta. Berkat profesionalisme dan kemampuan akademik yang mumpuni, kini Dr.Herman menjadi orang nomor 1 di Fakultas Hukum.

“Saat itu ada kebijakan mendadak yang menyatakan bahwa UHO tidak menerima lulusan dari universitas swasta. Padahal, sebelum saya, banyak yang diterima dari universitas swasta dengan akreditasi yang bahkan tidak sebaik tempat saya menempuh pendidikan. Tapi saya tidak menyerah dan terus berjuang,” kisah Dekan Fakultas Hukum UHO, Dr. Herman kepada Kendari Pos, Minggu (23/2/2025).

Dr.Herman menjadi tenaga pengajar di FH UHO pada 2002, hingga akhirnya diangkat sebagai dosen tetap pada 2006. Dr.Herman adalah sosok pekerja keras dan berdedikasi tinggi dalam pengabdian. Ketika diberi tugas tambahan menjadi sopir pribadi salah satu profesor senior di Fakultas Hukum, Dr.Herman dengan ikhlas menerimanya. Pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran berharga baginya.

“Saya tidak pernah mengeluh dengan tugas apapun. Semua saya jalani sebagai bagian dari pengabdian. Dari situ saya belajar banyak, termasuk dalam penyusunan makalah hukum dan argumentasi akademik yang kemudian menjadi modal saya dalam berkarirr di fakultas ini,” ujar Dr.Herman.

Sejak awal bergabung sebagai dosen tetap di UHO, Dr. Herman telah mendapat kepercayaan untuk menduduki berbagai jabatan strategis. Ia pernah menjadi Kepala Laboratorium, Ketua Jurusan, hingga Wakil Dekan sebelum akhirnya menjabat sebagai Dekan FH UHO hingga saat ini. “Alhamdulillah sejak saya ditetapkan sebagai dosen tetap di UHO, saya langsung mendapatkan tugas tambahan,” katanya.

Di luar tugas akademik, Dr. Herman juga dipercaya menangani berbagai aspek hukum di tataran universitas. Ia pernah menjadi anggota Tim Bantuan Hukum UHO di era kepemimpinan Rektor Prof. Mahmud Hamundu, Sekretaris Bantuan Hukum di masa Rektor Prof. Usman Rianse. Selanjutnya, Dr.Herman diangkat sebagai Ketua Tim Bantuan Hukum UHO hingga saat ini.

Selain itu, ia juga aktif dalam Dewan Kode Etik Universitas selama beberapa periode.

“Saya merasa bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh berbagai pimpinan UHO sejak saya mulai berkarier di sini. Ini adalah bentuk tanggung jawab yang saya jalani dengan penuh dedikasi,” ucapnya.

Dr.Herman menambahkan selain sebagai akademisi, ia juga aktif di dunia hukum praktis, terutama dalam bidang mediasi dan sengketa hukum. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Sengketa Indonesia untuk wilayah Sultra dan sedang bersiap memperluas perannya di tingkat nasional.

“Kami sedang merintis platform online untuk membantu masyarakat Sulawesi Tenggara yang mengalami permasalahan hukum. Dengan adanya akses yang lebih mudah, masyarakat bisa langsung berkonsultasi atau mencari bantuan hukum tanpa harus datang ke kantor," jelas Dr.Herman.

"Kita tengah menunggu hasil sertifikasi untuk bisa beracara di tingkat yang lebih tinggi, termasuk kemungkinan melanjutkan karir di Mahkamah Konstitusi. Saya tetap ingin mengembangkan ilmu dan berkontribusi di bidang hukum, baik di akademik maupun praktik,” tutup Dr.Herman. (win/b)

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dekan Fakultas Hukum UHO Kendari Herman SH, LL.M dengan pihak Faculty of Law Maastricht University, Belanda.
Bersama Rektor UHO, Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, S.Si., M.Si., M.Sc., (dua kiri) dan ibu, Viska Inda Variani, S.Si., M.Si., (dua kanan), usai mengikuti Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di lingkup UHO.
Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan