Kisah Sholeh, dari Agen AQUA Home Service Hingga Pergi Haji Ke Tanah Suci

1 month ago 39

SHNet, Jakarta – Pergi haji jika mampu, merupakan imipan mayoritas umat muslim. Hal ini sesuai dengan Rukun Islam nomor lima. Tidak semua orang berksempatan untuk berangkat ke tanah suci dan menginjakan kaki di Masjidil Haram.

Kesempatan itu akhirnya menghampiri Sholeh, salah satu mitra atau agen Aqua Home Service (AHS) di Cinere, Depok. Di dalam gudang penuh air mineral, Sholeh menceritakan kisahnya dalam menggapai impian untuk dapat melihat langsung kaabah dari dekat.

“Tidak mudah untuk saya bisa berangkat ke Mekkah,” kata Sholeh mengawali ceirtanya.

Pundi-pundi rupiah ia pupuk pernuh perjuangan sedikit demi sedikit. Upaya Sholeh meraih salah satu mimpinya itu dilakukan mulai tahun 1980 saat pertama kali datang ke Jakarta. Saat itu, dia bekerja serabutan sebelum akhirnya memantapkan niat menjadi pedagang.

“Dengan sedikit modal saya mencoba untuk membuka warung kecil di pinggir jalan,” kata Sholeh saat akan memulai usahanya.

Sholeh memulai dagangannya dengan menjual air mineral di Blok M. Salah satu produk yang dijajakannya adalah aqua gelas yang merupakan pelopor air mineral dalam kemasan (AMDK) di Indonesia. Sholeh memulai usaha dengan membuka warung kelontong. Perlahan tapi pasti usaha binaannya terus tumbuh.

Keuntungan warung kelontong miliknya dipupuk sedikit demi sedikit untuk membersarkan usahanya. Sholeh menjalankan bisnis dengan penuh ketekunan, dan kesabaran. Kerja keras itu pun akhirnya membuahkan hasil. Sholeh melihat peluang untuk menjadi salah satu pemasok air minum di sebuah gedung perkantoran.

Dengan kumpulan modal usahanya, Sholeh memberanikan diri mengangsur sebuah mobil pick-up sebagai kendaraan operasional. Dengan sangat hati-hati dia mengalirkan dana yang dia miliki sebagai modal usaha barunya itu.

Sholeh terus mengembangkan bisnis dengan memasok air mineral bagi sejumlah perusahaan. Bisnis yang semkain berkembang membuat Sholeh harus meramu strategi baru. Pada media 90-an dia lantas memilih bergabung menjadi mitra AHS. Selain yakin dengan kualitas Aqua, alasan lain yang ikut mendorongnya menjadi mitra AHS adalah untuk menjamin ketersediaan pasokan barang.

Usai menjadi mitra AHS, bisnis Sholeh semakin berkembang. Dia pun memutuskan untuk membuka gudang penyimpan di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Dari sinilah, keuntungan bisnis yang dijalankan terus bergulir. Memiliki pendapatan yang dirasa cukup tidak membuat pria asal Puwodadi ini pongah. Kecukupan itu justru disalurkan dalam berbagai kegaitan keagamaan dan sosial.

Sebagai mitra AHS, Sholeh tak segan membagikan cuma-cuma Aqua bagi kegiatan keagamaan atau sekedar memberikan ke masjid. Hal itu dilakukan agar majelis ataupun masjid di tempat barunya kini di Cinere, Depok tidak ada yang kekurangan air mineral.

“Saya selalu tanya ke masjid dekat sini, air minum kalian sudah habis belum? Kalau sudah biar saya kirim lagi,” katanya.

Kebaikan dan ketulusan hati membawanya ke tanah suci. Sambil tertawa, Sholeh menceritakan ada kejadian unik saat dirinya akan berangkat ke tanah suci. Singkat ceirta, saat calon jamaah lain harus menunggu tahunan, Sholeh tak menyangka bahwa dirinya akan berangkat lebih cepat.

“Orang bisa nunggu sampai 7 tahun, saya kemarin hanya 3 tahun. Tidak paham saya bagaimana, tapi rezekinya begitu,” singkatnya.

Ayah 2 anak ini sukses memberikan pendidikan yang layak bagi semua buah hatinya. Dengan modal menjual air kemasan Aqua bermodal sederhana pada tahap awal, kini Sholeh sudah memiliki gudang besar untuk menjalankan usahanya.

“Tidak ada yang sulit jika kita mau. Kuncinya kerja keras dan ikhlas, sisanya kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa,” kata Sholeh sambil tersenyum puas. Pekerjaan rumah yang ia miliki tinggal mencari penerus bagi bisnisnya saat ini.

Setali tiga uang, Sumini dan Sugeng Paryanto juga telah memetik buah manis menjadi AHS. Jengkal demi jengkal bisnis yang berawal dari rumah kontrakan. Bisnis Sumini dimulai oleh mendiang suaminya, Sugeng Paryanto pada 1988 silam. Sugeng, yang memang memiliki darah pengusaha, memulai bisnis sebagai pedagang asongan.

Sumini menceritakan, Sugeng berdagang AQUA gelas di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Bertahun-tahun kerja keras, bisnis Sugeng terus tumbuh hingga akhirnya mampu menyewa sebuah gudang kecil untuk memulai bisnis sebagai agen. Dengan kapasitas terbatas, Sugeng memasok AMDK ke para pedagang di Tanah Abang.

Sugang mulai memasok AMDK dari warung ke warung lainnya. Kegigihan untuk terus mempromosikan bisnis kepada lingkungan sekitar menumbuhkan bisnis yang dijalaninya itu. Kerja keras membuat Sugeng berhasil membeli dan membesarkan ruko yang disewanya saat itu.

Memasuki awal tahun 2000, Sugeng mulai berbisnis galon AQUA. Dia memasarkan seluruh produk AMDK ke hotel, kantor hingga apartemen. Sugeng bisa mengirim 4 mobil pick up dalam 1 hari untuk memenuhi permintaan konsumen.

Semakin besar bisnis yang dijalani, Sugeng pun mendapat banyak rintangan. Ketika itu, gudang penyimpanan miliknya kerap didatangi preman untuk meminta sumbangan dengan alasan keamanan. Kendati, dengan usaha dan kerja keras akhirnya semua tantangan bisa berjalan hingga saat ini.

“Jalanin bisnis ini penuh dengan perjuangan bahkan hingga saat ini. Dibilang berat tapi ya kita harus bisa menajlani sehingga semua terasa ringan,” kata Sumini menceritakan perjuangan membangun bisnis.

Menjadi anggota AHS mempermudah sugeng untuk mendapatkan pasokan sekaligus memberikan nilai tambah. Sebagai mitra setia, Sugeng juga pernah diajak AQUA bertamasya ke Korea Selatan dan Turki dalam kesempatan berbeda. Hal ini didapatkan kerena Sugeng selalu mencapai target sebagai mitra AQUA.

Sugeng akhirnya bisa menggapai mimpi menapaki tanah suci pada awal tahun 2000an. Kerja kerasnya itu mengantarkan Sugeng menyaksikan langsung Ka’bah yang menjadi kiblat umat muslim. Sumini kemudian menyusul bertamu ke tanah suci pada 2005 lalu.

Kesuksesan sebagai pedagang tidak membuat Sugeng dan Sumini lupa diri. Sugeng juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial lingkungan dan masjid. Dia tidak segan-segan memasok persediaan air minum masjid dengan dagangan miliknya.

Sayangnya, Sugeng tidak berumur panjang. Yang Maha Kuasa memanggil Sugeng pada 2022 lalu. Sepeninggalan Sugeng, Sumini mau tidak mau harus melanjutkan bisnis yang mereka bangun bersama. Kini dalam sebulan, toko yang telah dibina Sugeng dan Sumini mampu meraih omset puluhan juta dalam sebulan.

“Apa yang sudah kami bangun dan perjuangkan semoga bisa menginsiprasi orang lain agar tidak cepat menyerah dalam berbisnis. Karena setiap langkah pasti ada saja masalahnya tapi pasti diikuti solusinya,” kata Sumini lagi.

Berada di tengah-tengah masyarakat muslim menjadikan AQUA tumbuh dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, kualitas, dan tanggung jawab sosial kepada seluruh masyarakat. Disamping jaminan produk halal, prinsip-prinsip kebaikan dilakukan mulai dari produksi, distribusi hingga konsumsi.

Kebijaksanaan itu, membuat AMDK pelopor ini menjadi produk paling dipercaya semua lapisan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. AQUA terus dan akan selalu berupaya memenuhi kebutuhan nutrisi sehat bagi seluruh warga Indonesia, termasuk umat islam. (Red)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan