Kementerian Ekraf Apresiasi Cap Go Meh Bawa Simbol Harmoni dan Penggerak Ekonomi Kreatif Jakarta

6 hours ago 5

SHNet, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mengapresiasi perayaan Cap Go Meh Jakarta 2026 sebagai bagian dari Jakarta Festive Wonder yang menjadi momentum penguatan harmoni keberagaman.

Wamen Ekraf Irene Umar menyebut perayaan ini sebagai wujud nyata kolaborasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Festival Cap Go Meh bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga ruang aktualisasi pejuang ekonomi kreatif. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pejuang ekraf seperti ini menjadi contoh konkret bagaimana budaya bisa menjadi penggerak ekonomi di Jakarta,” ungkap Wamen Ekraf Irene pada Selasa, 3 Maret 2026.

(Dok. Biro Komunikasi Kemenekraf)

Selain perayaan yang menampilkan seni pertunjukan kontemporer, atraksi budaya dan stan kuliner juga memberi semarak sepanjang jalan kawasan Pancoran Chinatown Point Mall. Wamen Ekraf Irene menyampaikan bahwa perayaan ini memperkuat identitas Jakarta yang penuh harmoni keberagaman sehingga bisa didorong menjadi Kota Global sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.

“Saat budaya dirayakan secara inklusif dan dikemas dengan konsep kreatif, dampaknya tidak hanya pada kebanggaan identitas kota, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat menuju sejahtera,” lanjut Wamen Ekraf Irene.

Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Jakarta Pramono Anung serta para Gubernur Jakarta lintas masa mulai dari Sutiyoso, Fauzi Bowo, hingga Anies Rasyid Baswedan. Turut hadir pula Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Istilah Cap Go Meh memiliki makna 15 hari atau malam setelah Imlek. Di Jakarta, perayaan Cap Go Meh terasa spesial dengan menghidupkan budaya yang berdampingan dan terus bergerak. Dengan konsep Cahaya Keberagaman di Glodok, Cap Go Meh menjadi penutup rangkaian perayaan tahun baru Imlek yang menjadi momen berbagi harapan dan energi positif untuk melangkah bersama ke depan.

“Kehidupan harmonisasi keberagaman di Jakarta sekarang sangat baik. Perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini menjadi bukti bahwa Jakarta adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi toleransi. Warga Tionghoa juga telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi Jakarta. Makanya, kami akan membangun Museum Peranakan Tionghoa sebagai simbol Jakarta yang menghargai sejarah dan peran seluruh warganya,” ujar Pramono Anung.

Rangkaian kegiatan Cap Go Meh 2026 dimeriahkan pertunjukan seni budaya tarian Selendang Dendang, atraksi barongsai, dan pengumuman pemenang lomba dekorasi Imlek 2026 untuk kategori kementerian/lembaga, hotel, pusat perbelanjaan, dan gedung perkantoran swasta. Selain itu, Gubernur Jakarta juga mendapat piagam Museum Rekor Indonesia (MURI) atas penyelenggaraan atraksi flying drone LED saat perayaan Imlek lalu.

Menjelang 500 tahun Jakarta, Perayaan Cap Go Meh sebagai momentum mencetuskan harapan dalam semangat kebersamaan, toleransi, dan optimisme yang terus terjaga. Momentum ini menjadi pengingat tujuan bersama menjadikan Jakarta sebagai Kota Global yang berbudaya, inklusif, serta berdaya saing. (Stevani Elisabeth)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan