
-- Bakti Sosial dan Kesehatan Korban Kebakaran TPAS Puuwatu
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Musibah kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Puuwatu Kota Kendari masih menyisakan duka. Ratusan korban harus kehilangan harga benda dan mesti tinggal di tenda pengungsian. Tergerak dengan nasib para korban, Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar bakti sosial (Baksos) dengan menyalurkan bantuan di lokasi musibah.
Aksi yang dipimpin langsung Kapolda Sultra Irjen Pol Dwi Irianto mengusung tema “Bakti Sosial Polri Presisi Menyambut Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah”. Dalam aksi kemanusiaan ini, Polda Sultra menyalurkan ratusan paket sembako kepada para korban kebakaran. Paket sembako tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat.
Kapolda Sultra, Irjen Pol Dwi Irianto mengatakan kehadiran jajaran Polda Sultra di tengah-tengah warga adalah bentuk nyata empati dan dukungan kepada korban agar mereka dapat menghadapi Ramadan dengan tenang meski sedang dilanda musibah.
“Kita meninjau langsung para korban kebakaran di TPAS Puuwatu. Di mana ada beberapa rumah yang terdampak. Saat ini, masyarakat masih menempati tenda-tenda darurat untuk melaksanakan aktivitas seharihari,” ujarnya kemarin.
Selain penyaluran bantuan sosial, Polda Sultra juga menggelar bakti kesehatan bagi para korban. Sebanyak 46 tenaga kesehatan diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Dokkes Polda Sultra, Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, serta mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (UHO). Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, tes laboratorium sederhana, hingga konsultasi kesehatan dengan dokter umum.
Tak hanya memberikan bantuan logistik dan layanan kesehatan, Polda Sultra juga menghadirkan program trauma healing bagi anak-anak korban kebakaran. Program pemulihan trauma ini digagas oleh Biro SDM Polda Sultra yang berkolaborasi dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sultra.
“Melalui pendekatan psikologis yang menyenangkan, anak-anak diajak bermain, bercerita, hingga melukis, agar perlahan mampu mengatasi rasa trauma akibat kebakaran hebat yang melanda permukiman mereka,” ujarnya.
Kapolda Sultra menekankan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak sangat penting agar mereka bisa kembali ceria dan bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk menyiapkan diri menyambut Ramadan.
“Di lokasi ini masih banyak anak-anak, mulai dari balita hingga anak sekolah. Oleh karena itu, kita hadirkan kegiatan trauma healing agar mereka tidak merasa takut lagi dan dapat melanjutkan hidup dengan semangat baru,” ungkapnya.
Dengan adanya rangkaian bakti sosial, bakti kesehatan, serta dukungan psikososial yang diberikan oleh Polda Sultra, diharapkan dapat meringankan beban para korban kebakaran di TPAS Puuwatu.
“Kepedulian ini sekaligus menjadi wujud nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan yang responsif terhadap segala bentuk bencana dan musibah,” tutupnya. (b/iky)