--Pemprov dan Polda Sidak, Stok Kebutuhan Pokok Aman
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Harga beberapa jenis komoditas pangan naik menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi. Harga cabai rawit menembus Rp70 ribu per kilogram (Kg), sebelumnya hanya Rp40 ribu per Kg. Harga telur ayam ras juga naik, semula Rp48 per rak, kini Rp52 ribu sampai Rp60 ribu. Harga tersebut terpantau di Pasar Sentral Kota Lama. Harga beras kepala 10 Kg di distributor terpantau naik Rp10 ribu, semula hanya Rp130 ribu, kini mencapai Rp140 ribu.
Roy, salah seorang pedagang di Pasar Sentral Kota Lama, mengaku beberapa kebutuhan pokok yang dijualnya mengalami kenaikan harga, namun ada pula yang harganya turun. "Harga cabai rawit naiknya signifikan sekira Rp70 ribu per kg. Sebelumnya hanya Rp40 ribu per kg,"ujarnya saat ditemui di sela-sela sidak harga dan stok bahan pangan oleh Sekda Sultra, Asrun Lio, Kapolda Sultra, Irjen Pol Dwi Irianto di Pasar Sentral Kota Lama, Selasa (25/5/2025).
Roy menjelaskan, beberapa kebutuhan pokok lainya juga mengalami peningkatan harga yaitu telur ayam ras yang sebelumnya per rak 48 ribu, kini dijual sekira Rp52 ribu hingga Rp60 ribu. "Harga yang meningkat ini bukan semata-mata kami naikkan begitu saja. Tapi karena dari distributornya ada peningkatan harga jadi kami juga menyesuaikan," ungkapnya.
Komoditas bawang merah, dan bawang putih ada kenaikan harga sedikit, namun masih terbilang stabil. Harga bawang putih sekira Rp50 ribu per kg, minggu sebelumnya masih sekira Rp45 ribu per kg. Sedangkan bawang merah tetap di harga Rp40 ribu per kg. Cabai keriting stabil diangka Rp35 ribu sampai Rp 40 ribu perkilo.
"Selanjutnya cabai merah besar harganya masih sama sekira Rp50 ribu perkilo. Sementara untuk jeruk harganya turun. Sebelumnya Rp15 ribu per kg sekarang hanya Rp10 ribu per kgo," tutur Roy.
Rudi, warga Kadia mengaku terkejut dengan kenaikan harga beras kepala ukuran 10 Kg. Pekan lalu, ia membeli beras kepala 10 Kg seharga Rp130 ribu di distributor di kawasan Wayong. Selasa (25/2/2025), kemarin, ia kembali membeli beras di distributor yang sama seharga Rp140 ribu per 10 Kg. "Naiknya Rp10 ribu. Padahal hanya selisih 1 minggu setelah saya beli minggu lalu," ujarnya.
Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi, Sekda Sultra, Asrun Lio,
Kapolda Sultra, Irjen Pol Dwi Irianto, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan stok kebutuhan pokok, Selasa (25/5/2025). Turut mendampingi dalam sidak, Kepala Bulog Sultra, Siti Mardati Saing, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sultra, Rony Yakob.
Sidak digelar di sejumlah pasar tradisional, distributor barang kebutuhan pokok, serta retail modern. Sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok dan kestabilan harga, mengingat lonjakan permintaan biasanya terjadi menjelang Ramadan.
Sekda Sultra, Asrun Lio mengatakan secara keseluruhan harga kebutuhan pokok masih dalam kondisi yang wajar dan normal. Meski demikian, ia menyoroti adanya beberapa pedagang tidak langsung mengambil barang dari distributor, melainkan dari pengepul atau pedagang eceran lainnya.
"Kondisi itu berpotensi membuat harga tidak stabil. Jika pedagang mengambil langsung dari distributor, harga bisa lebih terkendali," ujar Sekda Asrun Lio disela-sela sidak di Pasar Sentral Kota Lama, Kelurahan Dapu-Dapura, Kecamatan Kendari Barat, Selasa (25/5/2025).
Ketua Harian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sultra itu mencatat harga cabai mulai mengalami kenaikan. Beberapa pedagang mengeluhkan kenaikan harga yang cukup signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
"Untuk beberapa komoditas seperti cabai, memang mulai ada pergerakan harga. Ini perlu kita pantau lebih lanjut untuk memastikan stoknya tetap tersedia dengan harga yang tidak terlalu memberatkan masyarakat," terang Sekda Asrun Lio.
Dalam upaya menjaga kestabilan harga, pemerintah daerah memastikan akan terus memantau rutin di pasar tradisional, distributor, serta retail modern. Sekda Asrun Lio menegaskan pemerintah telah menetapkan batas harga estimasi untuk berbagai kebutuhan pokok guna mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali.
"Sudah ada harga yang diestimasi oleh pemerintah, sudah ada batasan harga. Sehingga, kita bisa mengontrol pasokan yang mulai berkurang dan segera melakukan intervensi jika diperlukan," tuturnya.
Dengan adanya pemantauan langsung ini, diharapkan masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan tenang tanpa khawatir terhadap harga bahan pokok. Pemerintah dan aparat kepolisian berkomitmen untuk terus mengawasi guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di pasar.
Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan atau lonjakan harga yang tidak wajar. "Kami berharap masyarakat bisa membantu pemerintah dengan melaporkan jika ada praktik curang yang bisa merugikan konsumen. Kami akan segera menindaklanjuti setiap laporan demi menjaga kestabilan harga dan ketersediaan stok kebutuhan pokok," pungkas Sekda Asrun Lio.
Sementara itu, Kapolda Sultra, Irjen Pol Dwi Irianto, menegaskan jajarannya akan bertindak tegas terhadap siapapun yang mencoba menimbun barang demi keuntungan pribadi.
"Sebagian besar harga sembako masih dalam kondisi normal. Kami akan terus memantau apakah ada kenaikan signifikan dalam beberapa pekan ke depan. Secara keseluruhan, stok pangan cukup aman," ujar Kapolda Irjen Pol Dwi Irianto kepada awak media.
Ia juga memastikan stok beras di Sultra masih mencukupi, baik yang tersedia di pasar maupun yang dikelola oleh Bulog. "Alhamdulillah, beras masih cukup. Stok di Bulog juga masih ada, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan," terang Kapolda Irjen Pol Dwi Irianto.
Mantan Wakapolda Sultra itu menegaskan Satgas Pangan akan mengawasi ketat distribusi barang kebutuhan pokok. Jika ditemukan adanya indikasi penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat, maka tindakan hukum akan segera diambil.
"Kalau nanti ditemukan ada yang menimbun bahan pokok, Satgas Pangan akan menindak serius. Pemerintah, dalam hal ini Bapak Presiden, sudah menyampaikan tidak boleh ada lagi penimbunan yang mengakibatkan masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok," tegas Kapolda Irjen Pol Dwi Irianto.
Ia juga mengingatkan para pedagang dan distributor untuk tidak memainkan harga atau menahan pasokan demi keuntungan sepihak. "Kami akan terus memantau pergerakan distribusi bahan pokok. Jika ada indikasi penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat, kami tidak akan ragu untuk bertindak sesuai hukum yang berlaku," ucapnya.
Sebagai informasi, selain di pasar tradisional, sidak juga dilakukan di pangkalan LPG, distributor minyak goreng dan pasar ritel modern lainnya untuk memastikan pasokan tetap aman. (rah/b)