Ekonomi Masyarakat Membaik,Angka Kemiskinan Menurun

2 months ago 93
Ilustrasi Angka Kemiskinan Menurun

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis data terbaru terkait profil kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk pada September 2024. Hasilnya menunjukkan tren positif, dengan penurunan signifikan pada angka kemiskinan dan ketimpangan dibandingkan periode sebelumnya. Data ini menjadi gambaran perbaikan kesejahteraan masyarakat di Bumi Anoa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Sultra, Surianti Toar menjelaskan, persentase penduduk miskin di Sultra pada September 2024 berada di angka 10,63 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,58 persen poin dibandingkan Maret 2024. Penurunan tersebut mengindikasikan adanya perbaikan kondisi ekonomi masyarakat, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

“Persentase penduduk miskin di Sultra terus menunjukkan tren penurunan. Pada September 2024 tercatat sebesar 10,63 persen, turun 0,58 persen poin dibandingkan Maret 2024,” ujar Surianti Toar, Kamis (16/1/2025).

Penurunan tingkat kemiskinan ini, terlihat baik di kawasan perkotaan maupun perdesaan. Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2024 tercatat sebesar 6,78 persen, turun dibandingkan Maret 2024 yang berada di angka 7,45 persen. Sementara itu, di kawasan perdesaan, persentase penduduk miskin juga mengalami penurunan, dari 13,60 persen pada Maret 2024 menjadi 13,07 persen pada September 2024.

“Tren penurunan ini menunjukkan, adanya perbaikan ekonomi di seluruh wilayah, baik di perkotaan maupun di perdesaan,” jelasnya.

Selain itu, BPS juga memaparkan data terkait garis kemiskinan. Pada September 2024, Garis Kemiskinan tercatat sebesar Rp 473.343 per kapita per bulan. Angka ini terdiri atas komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp 353.413 atau 74,66 persen dari total, dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp 119.931 atau 25,34 persen.

"Garis Kemiskinan ini menggambarkan, besarnya pengeluaran minimum yang dibutuhkan oleh penduduk untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup, baik makanan maupun non-makanan," jelasnya.

Selain tingkat kemiskinan, BPS juga mengumumkan data terkait ketimpangan pengeluaran yang diukur melalui Gini Ratio. Pada September 2024, Gini Ratio Sulawesi Tenggara tercatat sebesar 0,365. Angka ini turun 0,005 poin dibandingkan Maret 2024, dan turun 0,006 poin dibandingkan Maret 2023.

“Penurunan Gini Ratio menunjukkan bahwa kesenjangan pengeluaran penduduk di Sultra semakin mengecil,” ungkapnya.

Gini Ratio perkotaan tercatat sebesar 0,374, sedangkan di kawasan perdesaan angka ini berada pada 0,337. Data ini menunjukkan, tingkat ketimpangan di perkotaan masih sedikit lebih tinggi dibandingkan perdesaan.

Penurunan tingkat kemiskinan dan ketimpangan ini, lanjut dia, mencerminkan keberhasilan program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga konsistensi penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan di masa mendatang.

Dengan tren positif yang terlihat pada data September 2024, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sultra, baik di perkotaan maupun perdesaan.

“Pencapaian ini adalah hasil kerja bersama semua pihak. Kami berharap tren positif ini dapat terus berlanjut,” pungkasnya. (b/rah)

MASYARAKAT MISKIN SULTRA

Angka Kemiskinan
-Sebanyak 10,63% pada September 2024
-Menurun 0,58% poin dibanding Maret 2024 (11,21%)

Angka Kemiskinan
Wilayah Perkotaan

-Penduduk miskin sebesar 6,78% pada September 2024
-Menurun sebesar 7,45 % dari Maret 2024

Angka Kemiskinan
Wilayah Perdesaan

-Penduduk miskin sebesar 13,07% (September 2024)
-Menurun 13,60 % dari Maret 2024

Garis Kemiskinan
(September 2024)

-Total garis kemiskinan: Rp 473.343 per kapita per bulan
-Garis kemiskinan makanan: Rp 353.413 (74,66%)
-Garis kemiskinan bukan makanan: Rp 119.931 (25,34%)

Ekonomi Masyarakat Membaik
-Tren penurunan kemiskinan menunjukkan adanya perbaikan ekonomi
-Penurunan ketimpangan pengeluaran juga menunjukkan semakin mengecilnya kesenjangan pendapatan di Sultra.

SUMBER DATA: BPS SULTRA (DIOLAH KENDARI POS)

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan