
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Konawe Utara (Konut) pada tahun 2025, mengalami pengurangan signifikan. Jika pada APBD 2024 sebanyak Rp 2,3 triliun, maka pada 2025 ini menjadi Rp 1,1 triliun. Penurunan drastis tersebut disebabkan oleh adanya kebijakan refocusing anggaran untuk mendukung program makan siang gratis yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto. Hal itu diungkapkan Bupati Konut, H. Ruksamin.
"APBD kita tahun ini tidak sampai Rp 1,3 triliun. Kemudian muncul lagi instruksi presiden (Inpres) dan turun Rp 200 miliar. Jadi sisa APBD kita Rp 1,1 triliun," ujarnya, kemarin.
Meski ada refocusing anggaran, Ruksamin meminta masyarakat tidak khawatir, namun tetap optimis. Sebab ia yakin, Presiden Prabowo sedang menyusun program terbaik untuk kemajuan ekonomi Indonesia yang bermuara pada kesejahteraan rakyat.
"Jangan kita berprasangka negatif, Bapak Presiden lagi menyiapkan format terbaik untuk kemajuan ekonomi bangsa Indonesia," optimisnya, dalam Musrenbang yang mengangkat tema "Memerkokoh fondasi pembangunan untuk perekonomian berkualitas dan berdaya saing".
Ruksamin menjelaskan, pelaksanaan Musrenbang terbagi dalam beberapa zona. Untuk zona satu dipusatkan di Aula Kecamatan Wiwirano meliputi tiga kecamatan, Wiwirano, Landawe dan Langgikima. Selanjutnya zona dua Kecamatan Oheo, Asera dan Andowia, yang ditempatkan di Aula Kecamatan Oheo.
Sementara zona tiga, dipusatkan di aula Kecamatan Lasolo, meliputi Kecamatan Wawolesea, Lasolo Kepulauan dan Molawe. Terakhir zona empat, Kecamatan Lembo, Sawa dan Motui.
"Ini untuk menindaklanjuti instruksi presiden dalam rangka efisiensi anggaran. Namun tidak mengurangi substansi kegiatan Musrenbang itu sendiri," tegas bupati dua periode tersebut.
Ia mengajak para kepala desa untuk memanfaatkan dana sebesar 20 persen dalam mendorong produksi pangan mandiri di wilayah masing-masing. Hal ini bagian dari mendukung program presiden dalam penguatan ketahanan pangan dan mendukung makanan bergizi gratis.
"Saya ingin program ini dimanfaatkan sebaik mungkin. Baik itu sayur, telur dan kebutuhan lainnya tidak perlu kita membeli dari luar. Cukup dihasilkan dari desa dengan memanfaatkan dana desa untuk produksi sendiri," gagasnya.
Diakhir sambutannya, Ruksamin mulai menitip pesan bahwa Musrenbang tahun ini menjadi yang terakhir bagi dirinya sebagai bupati setelah menjabat selama delapan tahun, 10 bulan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat selama menakhodai Konawe Utara.
"Jika selama saya memimpin ada yang tidak berkenan di hati bapak ibu sekalian, saya memohon maaf. Saya hanyalah manusia biasa yang tidak terlepas dari kesalahan,” tuturnya.
Meski akan segera mengakhiri masa jabatannya, Ruksamin berjanji, semangatnya untuk membangun Konawe Utara tidak akan pernah surut. "Akan tetap sama, baik saat jadi bupati maupun setelah berhenti," tandasnya. (b/min)