Bupati Konawe Berkontribusi Jaga Stabilitas Pangan Nasional

1 day ago 5

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Sejak beberapa dekade sebelumnya, Kabupaten Konawe sebagai lumbung padi di Sulawesi Tenggara (Sultra). Predikat itu bukan tanpa alasan, sebab Konawe memiliki produksi beras yang melimpah, dan memiliki kesiapan infrastruktur yang matang dan luasan yang memadai.

Kabupaten Konawe dalam komando Bupati Yusran Akbar kembali meneguhkan predikat itu. Terbukti, atas kebijakan Bupati Yusran, Kabupaten Konawe mendistribusi beras 2.000 ton ke Sulawesi Utara (Sulut), Senin (2/2/2026).

Kebijakan Bupati Yusran itu sama halnya sebagai kontribusi dalam menjaga stabilitas pangan nasional sebagaimana instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Pemda Konawe bersama Bulog melepas distribusi beras sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional dan dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand saat mewakili Bupati Yusran melepas ekspedisi pengiriman 2.000 ton beras ke Sulut di pelataran Kantor Bupati Konawe.

Sekda Konawe, Ferdinand (kiri) mewakili Bupati Konawe didampingi Kepala Bulog Unaaha, Muhammad Abdan Djarmin (2 dari kiri) dan kepala OPD melepas ekspedisi 2.000 ton beras ke Bulog Sulut, Senin (2/2/2026).

Sekda Ferdinand mengatakan pengiriman 2.000 ton beras ke Sulut merupakan agenda pengiriman tingkat nasional dari Bulog Konawe menuju Bulog Sulut.

"Pengiriman ini merupakan bagian dari upaya Bupati Konawe dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional, sekaligus menegaskan peran strategis Kabupaten Konawe sebagai daerah penyangga pangan di kawasan timur Indonesia," ungkap Sekda Ferdinand.

Program tersebut sejalan dengan prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan, dan menjadi salah satu fokus utama Bupati Yusran dalam memperkuat posisi Konawe sebagai sentra produksi beras berkelanjutan.

Sekda Ferdinand menegaskan, kondisi pangan di Kabupaten Konawe saat ini berada pada posisi surplus, terutama komoditas beras.
“Kebijakan distribusi ini tidak dilakukan secara serampangan, melainkan berdasarkan perhitungan produksi dan kebutuhan daerah,” tegasnya.

Berdasarkan data produksi, pada tahun 2025, produksi beras di Kabupaten Konawe meningkat sekira 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Surplus produksi inilah yang menjadi dasar utama distribusi beras ke daerah-daerah yang membutuhkan.

“Pada tahap awal, sebanyak 2.000 ton beras mulai dikirim dari total rencana distribusi sekitar 15.000 ton. Beras tersebut akan disalurkan ke sejumlah wilayah, antara lain Papua, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Ambon, serta beberapa daerah lainnya di Sulawesi Tenggara. Distribusi ini merupakan tindak lanjut atas permintaan dan arahan langsung pemerintah pusat,” jelas Sekda Ferdinand.

Ia meyakinkan warga Konawe bahwa pengiriman beras ke luar daerah tidak akan mengganggu ketersediaan stok pangan di Konawe. Cadangan beras di Konawe dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga musim panen berikutnya. “Pemerintah daerah telah menyiapkan skema pengamanan stok untuk mengantisipasi kebutuhan pangan ke depan,” jelas Sekda Ferdinand.

Sementara itu, Kepala Bulog KC Unaaha, Muhammad Abdan Djarmin menjelaskan pengiriman menjadi fokus utama Bulog saat ini untuk memastikan distribusi berjalan tepat waktu dan tidak menghambat agenda nasional.

“Diperlukan upaya percepatan proses pengiriman beras yang masih berada di gudang Bulog, khususnya pengiriman ke Sulawesi Utara. Langkah ini penting untuk mendukung persiapan panen raya pada bulan Maret dan April,” ujar Muhammad Abdan.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan