
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Menjelang bulan Ramadan, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari memperketat pengawasan terhadap produk pangan yang beredar di Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang dikonsumsi masyarakat aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepala Balai POM Kendari Riyanto mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memastikan produk yang beredar aman.
“Kami tetap berkomitmen untuk mengawasi produk yang beredar, karena menjelang Ramadan biasanya banyak produk masuk ke Sulawesi Tenggara. Tentu nanti kita akan mengecek apakah produk pangan olahan yang beredar itu sesuai ketentuan atau tidak,” ujarnya kemarin.
Pengawasan ini mencakup berbagai aspek, termasuk kemasan produk yang harus dalam kondisi baik, label yang jelas, izin edar resmi, serta memastikan produk tidak ilegal atau palsu. Selain itu, BPOM juga akan menindaklanjuti temuan produk yang sudah kedaluwarsa agar tidak beredar di pasaran.
“Kami ingin memastikan bahwa produk yang dijual aman. Itu juga menjadi perhatian bagi para pelaku usaha agar lebih hati-hati dalam mendistribusikan produk mereka. Produk pangan yang beredar harus benar-benar memenuhi standar keamanan,” tambahnya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih produk yang akan dikonsumsi selama Ramadhan. Produk yang dibeli harus memenuhi standar keamanan, di antaranya kemasan yang tidak rusak, label yang jelas, serta memiliki izin edar dari BPOM.
“Masyarakat sebaiknya menghindari produk yang mendekati tanggal kedaluwarsa. Jangan sampai membeli dan menyimpannya di rumah, lalu dikonsumsi setelah melewati batas aman,” himbaunya.
Selain pangan olahan dalam kemasan, BPOM juga akan melakukan pengawasan terhadap takjil yang dijual di pasaran. Pengawasan akan dilakukan bersama pemerintah daerah guna memastikan takjil yang dijual, baik oleh pedagang lama maupun yang baru berjualan saat Ramadan, tidak mengandung bahan berbahaya.
“Nanti insya Allah kami akan turun bersama dengan pemerintah daerah. dalam rangka pengawasan produk-produk beredar saat di bulan ramadhan tidak hanya pangan yang diolah dikemas ya tapi juga takjil takjil yang dijual oleh masyarakat secara dadakan atau secara lamapun yang baru dan lama akan kita periksa ditempat,” ungkapnya.
Untuk mengenali makanan berbahya, terdapat beberapa ciri khas. Misalnya seperti boraks atau formalin antara lain tekstur yang sangat kenyal dan daya tahan yang jauh lebih lama dibandingkan makanan normal. Selain itu, untuk minuman penggunaan pewarna sintetis seperti metanil yellow dan rhodamine B sering ditemukan pada makanan atau minuman dengan warna yang terlalu mencolok.
“Misalnya bakso yang terlalu kenyal dan bisa memantul saat dijatuhkan, atau minuman dengan warna merah mencolok yang tidak alami. Pewarna seperti rhodamine B dan metanil yellow sangat berbahaya,” katanya
Makanan yang mengandung bahan berbahaya kata dia, akan menyebabkan penyakit kronis seperti kanker
“Efek dari zet berbahaya tersebut ketika masuk dalam tubuh itu nanti bisa menjadi benda asing dalam tubuh lama kelamaan menjadi kanker, memang tidak langsung kelihatan jadi kanker tapi kalau lama dikonsumsi berakumulasi bertahun-tahun karena tidak bisa diserap oleh darah dia menjadi benda asing disitu akan menjadi kanker,” jelasnya.
BPOM juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan dengan melaporkan jika menemukan produk mencurigakan di pasaran.
“Jika menemukan makanan kedaluwarsa, kemasan rusak, atau produk ilegal di toko dan warung, masyarakat bisa melaporkannya melalui layanan WhatsApp atau media sosial BPOM. Bisa melalui foto atau video, nanti akan kami tindak lanjuti,” pintanya. (b/iky)