SHNet, Cikarang- Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, generasi muda dituntut tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu membangun citra diri yang kuat dan relevan. Hal ini menjadi sorotan dalam sesi edukatif bertajuk Personal Branding and Career Preparation yang disampaikan oleh content creator Rahmat Darmawan.
Acara yang diselenggarakan pada 4 Mei 2026 di Gedung Graha Surya Pengharapan ini dihadiri sekitar 80 peserta dari berbagai sekolah di sekitar Cikarang. Antusiasme peserta terlihat selama sesi berlangsung, terutama saat diskusi mengenai personal branding dan persiapan karier.
Dalam pemaparannya, Rahmat menjelaskan bahwa personal branding merupakan proses membentuk bagaimana seseorang dikenal melalui keahlian, nilai, kepribadian, dan pengalaman yang dimiliki. Ia menekankan bahwa kemampuan saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan cara menyampaikan value diri secara tepat.
“Banyak orang merasa sudah mampu bekerja, tetapi kesulitan saat proses seleksi. Seringkali yang menjadi pembeda bukan hanya skill, tetapi bagaimana seseorang menunjukkan dan mengomunikasikan value dirinya kepada publik maupun recruiter,” ujarnya.
Menurut Rahmat, personal branding memiliki peran strategis dalam meningkatkan peluang kerja, membangun kredibilitas, serta memperluas jaringan profesional. Di era digital, visibilitas menjadi faktor penting yang dapat membuka berbagai peluang, mulai dari karier hingga kolaborasi.
Ia juga memaparkan sejumlah pendekatan dalam membangun personal branding, seperti menonjolkan keahlian (expert branding), berbagi wawasan (thought leadership), hingga mengemas konten edukatif yang menarik (edutainment). Proses ini, menurutnya, membutuhkan konsistensi, keberanian untuk tampil, serta kemampuan menentukan positioning yang jelas.
Hilda Choirunisa yang merupakan mahasiswa ilmu komunikasi, turut memberikan tanggapannya mengenai materi yang disampaikan dalam sesi tersebut. Menurutnya, pembahasan mengenai personal branding sangat relevan dengan kondisi generasi muda di era digital saat ini.
“Saya jadi lebih memahami bahwa personal branding bukan hanya tentang tampil di media sosial, tetapi juga bagaimana kita menunjukkan value dan potensi diri. Materi yang disampaikan, terutama tentang edutainment, menurut saya sangat menarik dan relevan dengan perkembangan digital sekarang, sehingga lebih mudah dipahami oleh anak muda,” ujar Hilda
Selain itu, peserta juga dibekali langkah praktis dalam mempersiapkan karier, mulai dari mengenali potensi diri, mengembangkan keterampilan, hingga membangun pengalaman melalui organisasi, magang, atau proyek mandiri. Penyusunan portofolio serta pemanfaatan platform digital seperti LinkedIn dan media sosial juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing.
Pengisian Studi Kasus oleh Siswa/i yang hadir di SYCE 2026Dalam kesempatan tersebut, Rahmat turut membagikan studi kasus mengenai individu yang memulai tanpa pengalaman kerja, namun berhasil membangun visibilitas melalui konten digital secara konsisten hingga akhirnya dilirik oleh recruiter dan brand.
Rendy, salah satu peserta yang merupakan siswa SMK turut membagikan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.“Saya siswa SMK yang mengikuti acara ini karena merasa masih bingung dengan langkah karier ke depannya, dan juga tentang branding diri saya sendiri. Dengan acara ini saya merasa terbantu,” katanya.
Project Manager Varrel Auravy dan Vice Project Manager Danisa Aisy serta seluruh panitia SYCE 2026 turut menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat senang acara ini bisa sukses dihadiri siswa/i sekitar Cikarang dengan harapan bisa membantu mereka meningkatkan wawasan karier juga personal branding yang sangat dibutuhkan di era sekarang. Harapannya setelah acara ini para peserta dapat lebih percaya diri dalam mempersiapkan masa depan, mengenali potensi diri, dan mulai membangun langkah karier mereka sejak dini,” ujar mereka.
Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan dapat lebih siap menghadapi dunia kerja serta mampu bersaing di tengah dinamika industri yang terus berkembang. (Danisa Aisy/sur)


















































