Awal Tahun 2026, Pohon Tumbang dan Tanah Longsor Terjadi di Tabanan

1 day ago 8

Longsor

balitribune.co.id | Tabanan - Curah hujan yang cukup tinggi sejak akhir pekan lalu, membuat beberapa kawasan di Kabupaten Tabanan mengalami bencana alam seperti tanah longsor dan pohon tumbang yang diakibatkan oleh kondisi tanah yang tidak stabil. Salah satunya adalah peristiwa tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Asah Tegeh, Desa Karyasari, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat sore (2/1/2026) lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, mengatakan longsor terjadi pada lahan sawah yang berada di tepi jalan dan materialnya melebar hingga menutupi seluruh badan jalan, sehingga menyebabkan akses lalu lintas terputus sementara. Peristiwa longsong yang terjadi di Desa Karyasari ini disebabkan oleh tingginya curah hujan yang terjadi sejak Jumat sore lalu. Sehingga menyebabkan areal persawahan di sekitar Desa Karyasari longsor, jelasnya Minggu (4/1/2026).

Akibat longsor tersebut, material berupa tanah dan kerikil serta material lain serperti lumpur  menutup akses jalan desa. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim TRC dan Pusdalop BPBD Tabanan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Tim dari BPDB Tabanan dikatakan Srinadha giri melakukan penanganan bersama tim gabungan dari TNI, Polri, staf Trantib Kecamatan Pupuan, serta masyarakat setempat. Material longsoran berhasil dievakuasi sehingga akses jalan kembali dapat dilalui kendaraan. Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Saat ini longsoran sudah berhasil dibersihkan dan arus lalu lintas kembali normal, harapnya.

Selain longsor sejak awal tahun 2026, di Kabupaten Tabanan juga terjadi beberapa peristiwa alam lain, seperti pohon tumbang yang terjadi di Desa Pasekan Kabupaten Tabanan yang menyebabkan sebagian jalan tertutup batang pohon. Selanjutnya adalah pohon tumbang di setra adat Desa Samsam Kecamatan kerambitan Kabupaten Tabanan. Adapun pohon yang tumbang adalah jenis pohon Kroyo yang terjadi pada hari Jumat sore lalu. Karena lokasi pohon tumbang ada di kuburan, tidak terjadi kerugian material ataupun korban jiwa yang disebabkan oleh peristiwa ini, saat ini penanganan pohon kroyo yang berdiameter lebih dari lima meter ini sudah selesai dilakukan, tambahnya.

Terkait kondisi cuaca yang sering berubah-ubah ini, Srinadha Giri mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di beberapa wilayah Kabupaten Tabanan.

Read Entire Article
Kendari home | Bali home | Sinar Harapan